Review Istri Kedua – Princesauntum

istri kedua

Judul: Istri Kedua

Penulis: Princesauntum (@princesauntum)

Penerbit: Dark Rose Publisher (@darkrosepublisher)

ISBN: 978-60261668-3-8

Halaman: 258


Hai hai.. Ketemu lagi sama afiraa. Lama juga ya aku gak nongol untuk review buku, tapi emang serius kemarin itu karena aku lagi masa UTS soalnya. Udah gitu, ada someone datang, jadi aku qulity time dulu sama dia ehehehe.

Nah oke deh, kali ini aku mau bahas novel karya ‘PRINCESAUNTUM’ yang diterbitkan oleh Dark Rose Publisher. Judulnya adalah “Istri Kedua”. Ada yang tau buku ini?

Kalau menurutku pribadi ya. Pertama kali aku lihat covernya, aku udah mikir kalau ini tuh semacam novel ena-ena gitu. Lalu aku baca blurbnya kan, wih makin yakin deh aku. Tapi begitu aku mulai baca? Ternyata engga! Seriusan deh, ini bukan novel kayak gitu.

Emang sih ratingnya untuk dewasa karena banyak adegan yang ga baik di baca sama anak-anak kecil, takutnya malah di contoh gitu deh.

Pasti udah penasaran kan ya? Ehehehe, kita intip dulu yuk blurbnya sebelum aku bahas novel ini lebih jauh lagi. Ini dia:


Blurb:

Ini adalah kisah Wanda Ayuningtyas, wanita berusia dua puluh empat tahun dengan segala lika-liku kehidupannya.

Semua berawal dari hubungan asmaranya delapan tahun lalu, yamh terpaksa kandas sehingga membuat Raditya Prayoga berpikir lain tentang wanita itu. Lalu takdir kembali mempermainkannya, Wanda harus kehilangan ibunya dalam insiden yang memilukan.

Delapan tahun kemudian, demi menghindari paksaan ayahnya yang menginginkannya menjadi istri keempat seorang taipan tua, takdir membawa Wanda bertemu kembali dengan lelaki yang dicintainya. Namun, lelaki itu tidak lagi menatapnya penuh cinta.

Sampai Radit membutuhkan rahim Wanda untuk benihnya, membuat Wanda terjebak dalam labirin yang menyiksa, di antara wanita sah milik Radit dan perasaan yang masih bertakhta kuat di hatinya.

Lalu, akankah Wanda bertahan di tengah-tengah kebencian Radit, melihat lelaki itu memuja wanita lain dan mengasarinya di setiap kesempatan? Atau adakah akhir bahagia untuk cerita mereka?


Nah loh, itu dia blurbnya. Apa pikiran pertama yang terlintas di pikiran kalian waktu kalian baca blurb ini?

Jujur, kalau aku pribadi, awalnya aku mengira novel ini bakalan menyuguhkan cerita menye-menye yang alurnya udah bisa aku tebak kayak lama pisah, nanti ketemu jatuh cinta lagi, happy ending. Bleh! Tau gak sih, ternyata ga sesuai bayanganku banget!

Agak miris juga sih pas bacanya, rasanya tuh kayak mengetahui realitas yang sekarang banyak terjadi di Indonesia. Aku gak bisa bayangin kalau aku yang jadi Wanda, mungkin aku gak akan sekuat itu.

Kalau kalian mengharapkan sesuatu yang sweet, aku harus bilang kalau disini tuh gak ada wkwkwk. Kalian harus siap menguras emosi waktu baca ini, karena seriusan, emosi kalian bakalan teraduk-aduk waktu kalian baca buku ini. Aku jamin deh wkwk.


MENGINTIP SEDIKIT ISI NOVEL ISTRI KEDUA

“Kalau kamu berani mendekat! Aku akan menusukkann gunting ini ke perutmu! Sampai kamu tidak bisa lagi membelai tubuh istrimu dan wanita simpananmu, lelaki tua!” –page31–

Jadi, buku ini menceritakan tentang Wanda yang berasal dari keluarga yang biasa saja, cenderung kekurangan. Orang tuanya tidak harmonis, dan ayahnya adalah seorang penjudi dan tukang mabuk. Di tengah kekacauan keluarganya, ibunya meninggal karena di bunuh oleh ayahnya sendiri, dan ia sendiri di jual ayahnya ke seorang taipan tua untuk dijadikan istri ke empat (serem ya).

Karena dia takut dan gamau di jual ke taipan itu, Wanda memutuskan untuk kabur dari rumahnya. Tidak punya teman, ataupun sanak saudara, membuat Wanda harus rela tidur di emperan toko. Sampai akhirnya ia melamar ke suatu perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan di sebuah Job Fair. Siapa yang menyangka kalau ia malah bekerja di perusahaan yang Radit pimpin?

Tanpa ia ketahui, semua kesulitan yang ia hadapi saat ia bekerja di perusahaan itu ternyata adalah ulah Radit! Sampai akhirnya Radit diharuskan untuk mencari wanita simpanan untuk ditanamkan benihnya dan mengandung buah hatinya, demi menyelamatkan pernikahannya dengan Fera.

Wanda sendiri tidak punya pilihan lain karena Radit sudah membantunya terlepas dari Taipan tua itu dengan cara membayarkan seluruh utang-utang ayahnya yang tukang judi itu. Akhir ia setuju untuk membantu Radit dan Fera dengan syarat mereka harus menikah Siri.

Nah, mulai dari sanalah segala penderitaan Wanda semakin menjadi-jadi. Radit selalu menyiksanya, bahkan memperkosanya. Wanda dipukul, di tampar, dan sebagainya. Radit benar-benar menyiksa Wanda lahir dan batin. Sampai akhirnya Radit menceraikan Wanda dengan perkataannya (buat yang gak ngerti apa itu nikah siri, bisa di cari di mbah gugel ya wkwwk).

Apa mereka akan baikan? Atau malah berpisah lagi? Atau mungkin ada takdir lain yang menunggu mereka? Entahlah, kalian harus baca kalau kalian mau tau hihihihi.

“Setelah semuanya, mungkin aku mau menerima pinanganmu. Maka sebelum itu, aku harap kamu mau sabar menunggu.” –page181–


MENGENAL LEBIH JAUH TOKOH ISTRI KEDUA

Disini ada lumayan banyak tokohnya sih. Untuk tokoh utama, kalian jelas bisa menebak dong yaaa. Tokoh utamanya itu Wanda, Radit, dan seseorang yang aku gak akan ulas karena aku gamau kasih spoiler wkwkwk.

Nah jadi, aku mulai dari yang utama dulu aja ya.

Wanda

Wanda itu lugu banget, ndeso, gampang di begoin gitu deh jadinya. Dia penyayang, selalu mendahulukan kebahagiaan orang-orang yang dia cintai. Dan ini yang paling bikin aku salut, hatinya besar banget. Maksudku bukan hatinya beneran besar gitu ya ukurannya wkwkwk, tapi dia itu lapang dada banget, selalu ikhlas, pokoknya tuh bener-bener sabar banget.

Saking ikhlasnya, makanya jatuhnya jadi menjurus ke bego. Kok ya ada toh orang yang mau-maunya di perlakuin kayak gitu? Mungkin memang benar ya, kalau cinta itu memang buta. Kadang orang tuh dibutakan karena cinta, karena hutang budi, ya gitu deh.

Aku harap ga ada Wanda yang nyata di kehidupan ini, karena serius miris banget, aku ga tega. Tapi walaupun aku sendiri berharap gitu, tapi pasti kenyataannya ada aja orang yang ngalamin kehidupan kayak gitu.

Radit

Bisa di bilang, Radit itu egonya tinggi banget. Dia itu egois banget, satu-satunya yang dia pikirin cuma kebahagiaannya sendiri, berbanding terbalik sama Wanda yang selalu memikirkan kebahagiaan orang lain.

Dia juga apa ya, selalu terpaku sama masa lalu. Dia ga bisa maju kedepan, karena hatinya terpenjara di masa lalunya itu, dan pada akhirnya dia cuma bisa menyakiti orang-orang yang ada di dekatnya. Orang-orang yang sayang sama dia.

Dia terlalu fokus sama perasaan sakit hatinya sampai ia mengabaikan suara hatinya sendiri. Dan akibatnya? Dia malah membuat dirinya sendiri kehilangan orang-orang yang dia sayang. Mungkin karena ajaran dari orang tuanya juga gak bener sih ya, apalagi dia yatim piatu, dia tinggal sama orang tua angkatnya yang juga merangkap sebagai gurunya waktu SMA, dan kalau boleh jujur, sikap orang tua angkatnya itu gak patut di contoh.

Fera

Dia ini istri pertamanya Radit. Parasnya hampir serupa sama Wanda, jadi tuh kayak jiplakannya Wanda gitu deh. Hatinya juga besar, tapi ga sebesar Wanda. Dia masih memiliki sisi egois yang emang manusiawi banget, aku gak bisa meyalahkan juga.

Memangnya ada cewek yang mau di madu? Ya jelas nggaklah! Gila kali ya. Kalau mau yaaa, itu urusan mereka sih, aku gak bisa ngejudge juga. Tapi disini, Fera jelas gamau di madu, tapi dia terpaksa karena mereka membutuhkan keturunan secepatnya, sedangkan dia sendiri ga bisa mengandung karena kandungannya yang lemah.

Dia juga lumayan baik sama Wanda, walaupun dia sakit hati dan sebagainya, dia tidak berupaya untuk menyakiti Wanda, malah dia menegur Radit kalau Radit udah mulai kelewatan memperlakukan Wanda dengan kasar.

Pak Mustofa

Nah ini dia ayah angkatnya si Radit. Yang barusan aku bilang, dia itu merangkap sebagai guru SMA baik Radit maupun Wanda. Tapi, Pak Mustofa ini ga suka kalau Radit ada hubungan sama Wanda, karena itulah dia berusaha membuat Wanda itu menjauhi Radit yang malah akhirnya membuat Radit “salah jalan”.

Menurutku, Pak Mustofa ini ya seperti Radit. Egonya tinggi banget, yang dia lihat Cuma jabatan, latar belakang, dan sebagainya. Dia juga suka berlaku tidak adil gitu deh, pokoknya asalkan kamu punya yang Pak Mustofa mau, dia bakalan baik deh. Kalau sebaliknya, yaaa… kalian bisa pikirkan sendiri hahahaha.

Kalau di samakan dengan kenyataan hidup yaaaa, udah banyak banget kan orang macam Pak Mustofa gini. Asal ada uang, semua jadi mudah. Ga ada uang? Dipersulit sampai setengah mati. Ya begitulah, picik ya pikiran manusia itu? Hahaha. Keinginan daging tuh memang susah di lawan, aku juga tau kok, kan aku juga manusia wkwkwk.

Rega

Disini dia sebagai tokoh tambahan aja sih, munculnya dikit banget. Tapi walaupun dikit, aku gak suka banget deh sama dia. Dia bener-bener cowok yang egois, anak manja, dan lainnya. Oh, dan posesif kelewat batas. Tapi bukan posesif dalam arti yang positif. Posesifnya tuh ga bagus banget, posesif yang bodoh, karena dia ga bisa mikir panjang alias mikirnya ga pakai otak.

Itu dulu aja sih tokoh yang mau aku ulas. Sebenarnya masih ada satu tokoh utama lagi, tapi aku gamau ulas, nanti ga asik wkwkwk. Kalian harus baca kalau kalian mau tau mwehehehe.


 

FINAL

Nah nah, akhirnya kita sampai ke tahap akhir dari review ini nih. Sudah siap berpisah sama mereka belum? Ehehe.

Oke deh, secara keseluruhannya aku bisa bilang kalau novel ini lumayan bagus. Mungkin emang masih banyak yang harus di perbaiki, karena aku masih melihat beberapa typo dan kesalahan tanda baca disini. Tapi selain itu udah bagus sih.

Alurnya ga lambat, ga cepet juga, jadi menurutku udah oke. Gaya tulisnya juga udah oke.

Untuk masalah yang di angkat di novel ini aku suka banget. Karena apa ya, bener-bener bisa dihubungkan dengan realitas yang ada di Indonesia gitu deh. Keren sih menurutku. Kalau covernya, ya covernya agak intim sih wkwkwk tapi aku sih suka aja. Tapi karena covernya begitu, orang lain bisa berpikir ini novel ena-ena, padahal kan bukan ehehehe.

Lalu di novel ini tuh banyak quotes-quotes yang bisa dipetik loh. Dan bagus-bagus banget serius deh, sesuai realitas gitu wkwkwk.

Ini salah satu contohnya:

“Mencintai bukan berarti men-Tuhan-kan dia yang kita cintai. Sampai dia memerintahkan kita melakukan apa, lantas kita mematuhinya. Mencintai bukan berarti mengabdi kepada dia yang kita cintai, sampai dia menyiksa, kau akan tetap rela. Cukup, cintai dia karena Sang Pencipta, cintai dia sewajarnya, karena hati akan kembali kepada-Nya. Mungkin, hari ini kamu akan mencintainya dengan sangat, namun kamu tentunya tahu, kalau masanya tiba, semua rasaa cinta itu bisa saja berubah menjadi sebaliknya.” –page148–

Pokoknya secara keseluruhan, novel ini udah lumayan bagus.

Kalian yang penasaran dan ingin baca bukunya, bisa langsung di beli aja yaaawww. Kalian bisa hubungi penulisnya langsung di instagram atau penerbitnya untuk pemesanan buku ini. Happy Reading Guys!

Dan selamat hari Sabtu para jomblo-jomblo wkwkwkwk.

Bubay!

Advertisements