Review Love You in Silence

Love You in Silence

Penulis: Neng Uttie

Penerbit: Matcha Media (@matchamedia)

ISBN: 978-602-52365-4-9

Halaman: 470 hal


Blurb:

Ini adalah kisah tentang tiga manusia yang terjebak pada satu cinta.

Azha, pria yang rela mencintai dalam diam. cinta baginya adalah ujian kesabaran dan bagaiamana cara dia bertahan serta berjuang untuk mendapatkan hadiah terbesar dalam hidupnya.

AJ, adalah pria yang mencintai dalam gelap. mencoba menerima takdir saar cinta meninggalkannya, merampas habis kebahagiaannya, membuat dia belajar untuk melepaskan, demi cinta dalam hidupnya.

Grace, wanita yang berdiri diantara dua cinta. manakah yang harus dia pilih antara pria yang mencintainya atau pria yang ia cintai.


Kesan Pertamaku melihat novel ‘Love You in Silence’

Sejujurnya, aku sama sekali ga pernah baca cerita ini di Wattpad. Berhubung yang aku baca di Wattpad itu cuma karya dari penulis-penulis tertentu. Penulis Indo yang aku tau cuma sedikit, dan mereka semua adalah favouriteku.

Berhubung aku ini tipe orang yang mood-moodan, aku suka males kalau harus cari-cari lagi kira-kira cerita mana yang bagus buat dibaca. Dan disamping itu semua, aku juga lagi sibuk-sibuknya kuliah. Berangkat pagi, pulang malem. Kalo libur? Molor seharian dari malem sampe siang atau sore, atau bahkan sampe malem lagi. Secapek itu aku.

That’s why aku jadi jarang banget baca buku sekarang, apalagi review. Kecuali kalau ada libur yang agak panjang, aku pasti baca novel hehe walaupun gak sempat untuk mereview apapun.

Ok, back to the topic. Jadi kali ini aku akan mereview sebuah novel tembusan Wattpad juga, yang berjudul ‘Love You in Silence‘. Nah, novel ini tuh ditulis oleh Neng Uttie dan diterbitkan oleh penerbit Matcha Media. Bisa di bilang, ini buku kedua terbitan Matcha Media yang aku review, and I’m proud of it.

Pertama kali aku liat covernya di medsos, aku memang ga begitu tertarik. I don’t even see the blurb. Why? Soalnya aku tuh sukanya buku yang covernya tuh berwarna gitu deh wkwkwk, sedangkan cover buku ‘Love You in Silence’ ini kan cenderung simple and dark gitu.

Dan entah kenapa, aku dapat rejeki. Aku dipercaya untuk mereview buku ini!! Yeeeyyyy!!! #tepuktangan

Sejujurnya, aku bahkan ga mengharapkan apapun waktu bukunya dateng. Tapi begitu aku buka bungkusannya, OMG aku suka covernya yang simple itu! Simple but yet elegant. Menurutku sih cucok meong alis cocok banget sama judulnya. Kan ga mungkin juga ya covernya rame, padahal judulnya ‘Love You in Silence‘ ehehehe.

Ok now, let’s talk about the book.

I love you neither with my heart, not with my mind

Just in case, heart might stop and mind can forget

I love you with my soul, because soul never stops or forgets.

-Rumi


Mengenal lebih jauh Love You in Silence

Aha! Ini dia part yang aku tunggu-tunggu. Aku mau memperkenalkan para tokoh yang ada di ‘Love You in Silence’ ini. Aku bakalan mulai dari karakter yang paling aku suka.

“Aku nggak bisa, Shane. Aku takut. Terlalu takut untuk mencoba lagi, takut menerima penolakan lagi. Dan terutama, ayah kamu nggak mengizinkan. I do love Grace. Even though I’ve tried to find someone else, she’s always in my mind. I can’t love anyone but her. Tapi kalau tidak ada yang memberi restu, aku bisa apa? Grace jelas akan menolak. Aku pun tidak berani untuk bertindak tanpa restu lagi. Aku menghormati ayah, sama seperti orangtuaku sendiri. Lagipula, dia juga yang membantu aku lahir ke dunia. Tapa restunya, tak ada yang bisa kulakukan, Shan, walaupun aku akan selalu mencintai Grace… sampai aku mati” -AJ

AJ: Nama aslinya Adrian. Dia itu hacker white hat gitu, tajir, ganteng, pinter, idaman wanita lah ya. He’s been falling in love with Grace sejak mereka kecil, but they’re cousins with a close blood related. Actually, they love each other. Tapi sayang, takdir bener-bener jahat banget sama AJ. Dia kehilangan segala yang ia sayangi. Mulai dari kekasih, istri, anak, all of them. Kalau boleh aku bilang siapa yang sebenarnya paling menderita di novel ini, i would say that’s AJ (and Ally actually). He lost everything he had, everything he loves. And the worst part is, no one cares. 

Di saat AJ berjuang dengan hatinya yang patah, semua orang mendukung Grace and Azha. Even though aku tau kenapa, aku ngerasa kalau AJ lah orang yang paling tersakiti di sini. Aku gak bilang kalau Grace and Azha gak sakit, no. I know mereka semua ngerasain perasaan sakit yang sama, but AJ, he has no one to hold while Azha and Grace have each other, plus their family. 

Menyakitkan rasanya saat mengetahui dengan jelas kalau yang kamu cintai bukan aku. 

Azha: Dia dokter speasialis jantung. Udah jatuh cinta sama Grace sejak mereka sekolah. Mereka awalnya bersahabat, sebelum akhirnya suatu masalah membuat Azha menawarkan diri untuk menjadi suami Grace, and Grace gak punya pilihan lain selain menolak. Walaupun mereka menikah, Grace doesn’t seem to love him back but time flies. Setelah bertahun-tahun perasaan manusia tentu bisa berubah. Dan itu terjadi pada Grace. She loves him back. Azha is a good man, really good man, dan aku ga heran kalau Grace akhirnya bisa balik mencintai Azha. He deserve it too.

“I need you because you make me loaugh more than anyone else, and I’m the best me when I’m with you. And because when you’re gone, nothing feels right until you return.” -Grace

Grace: She’s a great woman. Baik, cantik, dokter pula. Dia dicintai sama semua orang dan menjadi bahan rebutan Azha dan AJ. Satu-satunya hal yang aku gak suka dari dia adalah dia gak bisa mengambil keputusan yang berujung menyakiti hati semua orang. What i learned from Grace adalah kita gak bisa main asal ambil keputusan, terutama di saat keputusan itu bisa membawa perubahan besar ke orang lain. Kita gak akan bisa solve problem milik bersama sendirian. Don’t take the blame, atau kita cuma akan menyakiti lebih banyak orang.

“Lo kan ngakunya sahabat gue. Sahabat tuh rela dinistakan seperti ini!” -Shane

Shane: Adik Grace, suka sama Azha. Tomboy dan periang, bersahabat sama Cakra. Awalnya aku ngira Shane itu cowok, tapi ternyata dia cewek kwkwkwk. Karakternya lucu, menurutku dia sih sama Cakra yang bikin humornya dapet banget ehehe. Soalnya pecicilan banget!

“I know you are genius, AJ, but sometimes you act like an idiot!” -Ally

Ally: Sahabat AJ waktu di LA. Keturunan Arab gitu, gak bisa bahasa Indonesia. Dia suka AJ dari lama, tapi gak pernah bilang. Di saat akhirnya mereka dapat kesempatan buat bersama, takdir lagi-lagi mempermainkan mereka. She lost her daughter, then she left AJ because she knew that AJ’s heart isn’t for her. Tapi mereka tetap berteman setelahnya. She’s a good woman with a bigh heart.


Love You in Silence

What I love the most about this book is that there’s a lot (like really lot) of quotes (litterally a good one).

Aku suka covernya yang ternyata oke banget kalau dilihat langsung, aku suka bukunya yang tebel itu, aku suka materi yang di angkat di novel ini, aku suka semuanya! Alurnya juga oke sih menurutku, sedikit membingungkan waktu flashback karena kurang transisi aja.

Tapi ceritanya udah oke banget, bikin aku terhanyut. Karena seriuosly, aku sampai nangis loh. Aku gatau gimana orang lain, but, aku punya kebiasaan. Setiap membaca, aku selalu memposisikan diriku sebagai tokoh yang aku baca itu. That’s why aku selalu emotional kalau baca novel.

I laugh and I cried. I can feel what those characters feel. Minusnya, feelnya itu bisa mempengaruhi aku di dunia nyata. Kayak aku jadi agak sensi soalnya aku lagi sedih, karakter yang aku baca lagi sedih. Semacam itu lah. I don’t know if it’s good or bad, tapi thanks to it, aku jadi lebih bisa menempatkan diriku. Aku bisa praktekkin di dunia nyata, like “kalo aku jadi dia aku juga pasti blabla”. Itu sangat membantu aku supaya aku ga semena-mena sama orang lain, karena aku belajar untuk melihat berbagai masalah dari berbagai sudut pandang.

Novel ini salah satunya.

Aku sampai gatau siapa yang harus disalahkan waktu aku baca novel ini. Everyone has their own part to be blamed. Azha, AJ, Grace, even Ally, they’re just doing everything they can to make everythings right. 

Azha, dia cuma mau dia dicintai oleh orang yang ia cintai walaupun akhirnya harus mengorbankan perasaan orang lain. Grace, dia hanya ingin orang yang ia cintai bahagia walaupun akhirnya ia malah melukai perasaan semua orang. AJ, dia cuma mau melihat orang yang ia cintai bahagia walaupun akhirnya ia harus menanggung rasa sakitnya melihat orang yang ia cintai bersama dengan orang lain and no ones care.

There’s a lot of good things. Mungkin minusnya, terlalu banyak tokoh, sampai kadang aku lupa siapa yang siapa. I mean, yang mana yang sepupu, yang mana yang kakak, yang mana yang adik, yang mana yang orang tua. Mungkin karena aku dasarnya emang pelupa, jadi agak susah juga kalau tokohnya langsung banyak begini, agak ribet sih.

But overall, aku suka novelnya. Aku suka materinya. Aku suka semuanya. Untuk kalian yang mungkin sedang patah hati, sedang terjebak cinta segitiga, aku rekomendasiin kalin novel ini. Novel ini bisa bantu kalian untuk melihat masalah kalian dari 3 sudut pandang yang berbeda, dan aku harap kalian bisa menyelesaikan masalah kalian masing-masing tanpa harus menyakiti perasaan banyak orang.

Dan aku mau ucapin banyak-banyak terimakasih buat Baby yang udah kasih aku kepercayaan untuk mereview novel ini. You’re a good writer. You can do so much with your work. Maybe this sounds cheesy or something, but.. There’s a lot of people like me, who read novels because they want escape from reality. And this kind of novels, can do something you’ll never understand for them.

Keep writing and keep inspiring!

And congrats, you’ve become one of my favourite writers! I’ll wait for your next book!! P.s. don’t be too long please hehehehe.

The hardest part of losing someone isn’t having to say goodbye, but rather learning to live without them. Always trying to fill the void, the emptiness taht’s lost inside your heart when they go

-anonymous

I choose to love in silence, for in silence I find no rejection

I choose to love you in loneliness, for in loneliness no one owns you, but me

I choose to adore you from distance, for distance will shield me from pain

I choose to kiss you in the wind, for wind is gentler than my lips

I choose to hold you in my dreams, for in my dreams, you have no end

-Rumi-

Advertisements

English Review?

Hi there!

This is me again 😘

I have considered to write an english version for my review (translated and english books)

What do you think?

Should I really make an eng review?

Well, my english is not really good, and I don’t have a lot of grammar. I still have to study english like, a lot 😂

But I would like to start my english review for my next book (that would be an english novel).

Em.. I’ll try my best to make a good review. And of course, I need all of your support.

If there anything wrong, please, feel free to tell me. Just comment or contact my personal account. That’s fine. I really appreciated that actually 😂

I’m nothing without all of you guys.

Every appreciation that you gave through like or comment really makes my day.

So please, kindly support me for my further journey. I still have a long way to go!

Yippyy!!

Byebyee!

I love you all 😘

Review Stealing Phoenix

Review Stealing Phoenix

Judul: Stealing Phoenix

Penulis: Joss Stirling

Penerbit: BIP Gramedia (@bipgramedia)

Halaman: 347 halaman


Hallooooo…

Ketemu lagi deh sama aku hehehe. Maaf lama gak muncul, aku agak sibuk sama kuliahku hehe. Kali ini aku mau membahas novel fantasi nih, setelah kemarin aku review novel romance.

Novel yang akan aku bahas hari ini adalah Stealing Phoenix. Ada yang tau novel ini gak? Menurutku novel ini lumayan popular sih, walaupun ga sepopuler novel fantasi lain seperti Percy Jackson, Magnus Chase, dan lain-lain.

Nah jadi, novel ini tuh ditulis oleh seorang penulis asal London, Britania Raya, yang bernama Joss Stirling. FYI, Joss Stirling itu cewek yaa wkwkwk.

Stealing Phoenix adalah buku kedua dari seri Benedict. Buku pertamanya adalah Finding Sky, yang juga akan kureview nantinya (kalau bukunya udah datang yaa hihihi).

Kenapa kok aku bisa baca buku kedua dulu padahal belum baca buku pertama?

Soalnya emang bukan seri yang berkaitan banget gitu kok. Ya memang sedikit berkaitan, tapi tiap buku itu beda tokoh. Jadi menurutku, ini bisa di kategorikan stand alone novel karena kalian bisa membaca buku ini tanpa membaca buku pertamanya dulu.

Kalian udah penasaran?

Kita intip dulu yuk blurbnya. Ini dia:


Blurb:

Phoenix hidup bersama kelompok Savant mafia yang diketuai oleh Sang Peramal. Dengan talenta supernatural yang disalahgunakan untuk mencuri, Phoenix mengincar pelajar Amerika bernama Yves Benedict yang sedang mengunjungi London. Namun, pertemuannya dengan Yves adalah sebuah takdir-dia adalah pasangan jiwanya.

Ketika Sang Peramal memegang masa lalunya dan menginginkan masa depannya, akankah Phoenix dapat menguubah hidupnya bersama Yves?


Wuiiihh, gimana gimana? Keren ya?

Jujur aja, aku tertarik sama buku ini karena covernya keren banget, udah gitu blurbnya menggugah selera gitu. Lezat lezat gimana gitu wkwkwk (maklum ya, aku pecinta fantasi). Apalagi ini novel seri, makin cinta deh aku hehehe.

Aku awalnya pikir, kekuatan supernaturalnya itu yang wah banget sampe war gitu mungkin, jadi aku sebenernya udah sedikit mengantisipasi adanya bunuh-bunuhan dan pembantaian. Tapi ternyata engga. Aku bisa bilang kalau ini tuh novel fantasi ringan. Soalnya ga bikin otak kita sulit memprosesnya.

Kalau kayak Percy Jackson, Harry Potter, Magnus Chase, itu kan kita harus sedikit memutar otak yaa, ngebayangin makhluk-makhluk dan sebagainya. Tapi kalau novel Stealing Phoenix ini, bener-bener ringan kok, suer.

Aku mau kenalin tokohnya dulu aja yaaaa, ini dia:


Phoenix: Aku ga seberapa tau gimana fisiknya, karena memang ga terlalu banyak deskripsiin fisik Phoenix berhubung novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu Phoenix sendiri.Dia tipe-tipe cewe pemberani, pemberontak, tidak bisa percaya pada orang lain.
Latar belakangnya rumit sekali seriusan deh. Ibunya meninggal sejak dia umur 8 tahun, dan dia tidak tau siapa ayahnya. Tinggal di sebuah komunitas jahat yang membuatnya menggunakan kekuatan Savant untuk perbuatan tidak baik, yaitu mencuri, yang kemudian malah membawanya bertemu dengan pasangan jiwanya sendiri.

Yves: Cowok baik hati, sangat loyal sama keluarga, dan tentunya pada pasangan jiwanya. Aku ga bisa bayangin, apa ada cowok kayak dia di dunia ini? Wkwkwk. Di novel mah banyak, miris wkwk.
Selalu menggaet perhatian oara wanita dari segala jenis umur. Dari yang muda, sampai yang tua, semua selalu terpikat sama fisik Yves yang notabene memang keren banget. Tingginya sekitar 180cm lebih. Keren yah? Tinggi-tinggi gitu enak di peluk #eh wkwkwk.

Sang Peramal: Kayak buntelan daging kayaknya. Turun tangga atau jalan dari mobil ke dalam restaurant aja udah ngos-ngosan kayak habis lari marathon. Sungguh terlalu.
Selalu memakai pakaian warna putih, licik, arrogant, dan egois. Suka memperdaya orang lain dengan kekuatan Savantnya. Dia dicurigai sebagai ayah Phoenix dan bawahan-bawahannya yang lain. Talentanya sangat kuat, membuat semua orang takut padanya, terlebih Phoenix.

Unicorn & Dragon: (Ia, itu memang namanya. Jangan tanya kenapa aneh, aku juga gak tau) Arrogant, merasa tingkatan mereka lebih tinggi daripada bawahan Sang Peramal yang lainnya. Berambisi untuk menggantikan Sang Peramal. Hanya menggunakan otot, tapi ga punya otak #ups


Sebenernya tokohnya ga cuma itu aja, tapi banyak banget. Dan masing-masing tokoh punya kelebihannya masing-masing, dan menarik dengan caranya sendiri.

Aku ga mungkin nyebut semua tokoh yang ada, karena buanyak banget. Dan mereka bukan Cuma figuran yang sekedar lewat, tapi mereka juga sama pentingnya kayak tokoh lain.

Berhubung ini adalah seri Bennedict, jadi pemainnya tentu dari keluarga Bennedict itu sendiri. Setauku yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia itu baru dua, tapi aku gatau lagi sih yang ketiga sudah di terjemahkan atau belum.


Yves: “Oh ya, dan dia pasangan jiwaku. Makan siang sudah tersedia. Phee, Xav, cepatlah. Kalau tidak, kuhabiskan semuanya.”

Xav: “Aku turut prihatin. Kadang-kadang tingkahnya memang dungu, tapi dia paling baik di keluarga kami, jadi perilakunya bisa saja lebih buruk.” –page 85-

Pertemuan awal mereka awalnya kurang baik. Phoenix mencoba mencuri barang Yves, lalu Yves meledakkan barangnya supaya tidak bisa dicuri. Ribet ya? Wkwkwk.

.

Phoenix: “Baik sekali kau menganggap begitu, tapi anggap saja kau sudah kuperingatkan. Aku pasangan jiwa yang payah.”

Yves: “Aku bersedia mengambil risiko. Sekarang kau ikut saja denganku. Tidak ada monster yang bisa memisahkan kita.” –page 189-

Uuuugh, so sweet banget sih Yves. Boleh ga Yves buat aku aja gitu? Wkwkwk

.

Yves: “Sekarang aku sudah menjadi penjahat, kan? Aku akan mencurimu.”

Phee: “Benarkah?”

Yves: “ He-eh. Tapi pertama-tama, aku akan mencuri sebuah ciuman.” –page 279-

Toloong!! Sweetness overload!! Aku diabetes nanti.

.

Phee: “Aku akan melakukan ini atas kemauanku sendiri atau tidak sama sekali.”

Yves: “Phee, kau tidak punya waktu. Aku mengenal api-yang ini hampir mencapaimu. Aku menghalau asap, tapi bahkan aku tak bisa menghentikan api setelah melepaskannya.”

Loh loh loh. Ada apa nih? Phee kenapa? Ada bahaya?


Overall, novel ini menarik banget menurutku. Banyak yang bilang kalau buku kedua ini lebih asik dibandingkan buku yang pertama. Tapi aku sendiri ga bisa kasih pendapat, berhubung aku juga belum baca buku pertamnya.

Untuk ukuran covernya udah keren banget. Sesuai sih sama judulnya, Stealing Phoenix, jadi warna covernya juga merah (mungkin menggambarkan burung phoenix, entahlah).

Lalu untuk ukuran ketebalan, yahh.. lumayan lah ya. Emang gak terlalu tebal, dan ukuran bukunya juga kecil kalau dibandingkan sama novel fantasi lainnya, tapi itu juga udah cukup memuaskan buatku.

Alurnya jelas, penokohannya juga kuat. Cara menulisnya juga konsisten dari awal sampai akhir, aku suka. Semuanya udah keren banget. Jujur aku baca ini 5 jam nonstop loh, langsung kelar wkwkwk. Ceritanya asik, mendebarkan gitu deh.

Tokohnya juga bikin gemas, Phoenix, tokoh utamanya itu yang bikin gemas. Sifatnya yang sulit percaya sama orang lain bikin novel ini jadi lebih menarik.

Oh, dan untuk kalian yang penasaran, judul Stealing Phoenix itu menurutku sudah mencakup keseluruhan cerita, karena pada akhirnya, Phoenix memang dicuri sama pasangan jiwanya. Jiwa dan raga #azeekkk wkwkwkw.

Oke deh, segitu dulu aja review dari aku.

Jangan lupa di like dan comment yaaa!

Bubay!

Don’t miss me! See you in the next review!

Review She’s The Boss

Judul: She’s The Boss

Penulis: Wiwi Suyanti (@wiwisuyanti)

Penerbit: Kubus Media (@kubusmediagroup)

From: @elorabookstore

——————————

Blurb:

Bos satu ini bakal menganggapmu taburan seledri di atas kuah bakso, serius.

“Kalau bisa jangan tatap matanya. Atau jangan bernapas sekalian!” Tatapan lasernya mampu menghabisimu sebelum bibirmu sanggup berucap.

Perkenalkan: Wyne Gunardi. Cantik, muda, perfeksionis, dan benci pria tolol (namun diam-diam sering melakukan hal-hal tolol seperti menyetrika pakaian di malam hari sambil meneguk red wine).
Bayangkan jika bos killer dengan aura Jumat Kliwon ini, harus berhadapan dengan seorang fotografer muda yang cerewet, playboy, digilai banyakwanita, dan memiliki tingkat narsis akut tiada tara.

Hanya kejaiban yang bisa membuat mereka ‘damai’.

Namun tidak ada yang tahu, kalau kadang-kadang keajaiban itu senang bercanda.

———-

Hai hai, ketemu lagi sama afiraa. Kali ini aku mau membahas novel karya kak Wiwi Suyanti yang berjudul She’s The Boss.

Jadi novel ini tuh diterbitkan oleh Kubus Media Group. Dan FYI, novel ini tuh tebel banget.

Nah.. Novel ini menceritakan tentang Wyne Gunardi, cewek yang galaknya minta ampun, dan merupakan seorang anak dari direktur perusahaan tempatnya dan Zach bekerja.

Zach sendiri itu seorang photographer lepas. Nah dia ngelamar di perusahaan tempat Wyne kerja. Mulai dari sanalah kisah mereka diawali #ciah.

—–

Aku mau perkenalin tokoh-tokohnya dulu aja ya:

👧 (Wyne): Cantik, tinggi, aduhai. Wakil Direktur di perusahaan tempatnya bekerja dan sangat killer! Semua bawahannya takut pada Wyne karena Wyne sangatlah tegas dan perfeksionis. Mempunya kebiasaan tolol , yaitu menyetrika baju di malam hari sambil mendengarkan musik dan meminum red wine seorang diri. Pernah jatuh cinta, namun kemudian di kecewakan.

👦 (Zach): Ganteng, mirip boyband. Sarap, gila, dan tidak waras. Punya penyakit yang namanya narsis berlebihan dan tidak tahu malu. Playboy tingkat dewa dan mesum kelewat batas. Memiliki ‘Pedang Arthur’ rasa choki-choki wkwkwk. Punya panggilan kesayangan untuk bos Wyne yaitu Singa Paddle Pop. Kerjaanya itu sebagai fotografer, atau nama lainnya tukang foto wkwkwk.

👸 (Gea): Mulutnya nyablak banget, mesum, terbuka, apa adanya. Punya hobi aneh mengkoleksi ‘Parto’ dan teman-temannya yang lain.

👩 (Mary): Tante-tante jaman now. Sayang Zack sudah seperti sayang anaknya sendiri. Merupakan sahabat baik dari Thomas Gunardi.

👨(Thomas): Merupakan ayah dari Wyne merangkap Direktur utama perusahaan tempat Wyne bekerja.

Itu dia beberapa tokoh yang aku bocorin. Masih banyak banget kok tokohnya.

Aku jamin kalian pasti suka deh.

—-

“Pertama, Lontong baterai Alkaline itu bukan milikku. Kalaupun iya, aku rasa kamulah yang iri padanya, bisa jadi kamu terus mengungkitnya karena kamu merasa minder dengan ukuranmu yang super mini itu. Kedua, ya, aku mengahiskan malam-malamku sendirian di dalam kamar alih-alih pergi clubbing untuk berjoget liar. Apa yang salah dengan itu? Aku punya pekerjaan, aku punya seseorang yang ingin kubuat bangga-“

“Aah… daddy’s little girl” –page49

Aduuuhhh. Kira-kira apa ya itu yang dimaksud wkwk. Yang udah baca pasti tau maksudku, ini gokil parah wkwkwk. Aku saranin yang mau baca ini minimal 18 tahun yaaa hihihi.

.

“Lalu apa rencanamu setelah mengumpulkan uang banyak?”

“Memiliki toko baju di sebelah Forever 21 yang kuberi nama Finally 22. Tentu saja aku ingin punya studior foto sendiri, Win, atau barangkali menjadi fotografer sukses yang bekerja untuk National Geographic. Ngomong-ngomong, kamu mau The Botol yang bentuk kotak atau The Kotak sunggan Kotak?”

Selain narsis tingkat dewa, Zach itu juga selera humornya parah banget! Selalu bikin aku sukses ketawa dari beberapa halaman pertama novel ini, sampai ke halaman terakhir! Jamin deh, kalian gak akan nyesel!

.

“Anak itu namanya Zachary Tse. Dan dia tidak meninggalkan aku.”

“Lalu apa istilahnya untuk pemuda yang pergi ke negara lain dan tidak kembali lagi?”

“Pemuda yang mencinti ibunya, dan pemuda yang sngat mencintai aku, tapi ditolak mentah-mentah oleh Papa karena dia tidak punya Mercy.” –page436-
Pernahkah kalian memikirkan hal seperti ini? Rasa sakitnya jika kita tidak direstui semata-mata karena orang yang kita cintai itu ukan berasal dari keluarga yang banyak duitnya, alias kaya raya. Apakah orang kaya masih kekurangan uang? Sampai-sampai tidak merasa cukup dengan harta yang sudah ia miliki saat ini?

Jujur aku ga terlalu suka sama Thomas. Aku memang bisa sedikit mengerti kalau aku mencoba unutk melihat dari prespektif seorang ayah protektif, berhubung Papaku juga suka rese begitu, tapi tetap aja aku ga suka. Siapa yang mau dibegitukan? Huhuhu bikin sedih.

——-

Satu kata buat novel ini?

HILARIOUS

Seriusan, novel ini tuh gokil abis. Aku bener bener ketawa terus deh dari awal sampe akhir astaagaaaa.

Astagaa!!!!

Aku suka banget sama Zach!! Ga mau pisahhhh!!!

Hueeeeee!!

Aku suka banget gaya penulisan Kak Wiwi, dan ini novel banyak dari awal sampai akhir sukses bikin aku ketawaa!

Buat aku novel ini lumayan berat sih. Novelnya mah memang berat ya, tebel banget tau! 566 halaman, coba bayangin! Oke, jadi ceritanya lumayan berat karena permasalahannya cukup pelik. Setengah buku ini isinya masalah wkwkwk.

Emang keren banget, aku ga boong. Aku suka banget.
Kisah Zach sama Wyne ini bener-bener anti mainstream juga. Cinderella-man, jarang-jarang ada cerita kayak gini. Dan Satu hal, penokohannya kuat banget. That’s why aku bener-bener suka banget sama Zach disini.

Aku kasih rate 5/5!

This novel is hilarious!

Campuran antara komedi dan romance, keren banget deh pokoknya!

Jadi gak sabar pengen baca karya kak wiwi yang lain deh hehehe.

Oke deh, sampai disini dulu ya pertemuan kita dengan Zach dan Wyne. AKu harus pamit undur diri dulu. Dan dengan ini, Review She’s The Boss kali ini resmi selesai huhuhu.

Sampai ketemu di review lainnya!

Bubayyy!!! 😘😘

Life is rough, so you gotta be tough

Review Limerence

Screenshot_2018-03-15-09-25-07-26.png

Judul: Limerence

Penulis: Yuli Pritania

Penerbit: Grasindo

ISBN: 9786023753130

Cover: Paperback

Halaman: 288


Blurb:

YOO YEON-SEOK
Aku menyukai wanita itu. Rambut bergelombang yang tergerai, bibirnya yang sensual, pinggang rampingnya, dan kakinya yang jenjang. Semuanya hanya masalah fisik. Kemudian suatu pagi aku terbangun disampingnya dan… aku menyukai sinar matahari di sekeliling kami, dan wajah lelapnya,
keberadaanya. Dan, bahkan kami tidak bercinta. Itulah masalahnya dengan wanita ini. Aku tidak menghabiskan waktu untuk menggodanya, tapi
untuk mengobrol dengannya. Masalahnya hanya satu: Aku tidak suka terikat pada satu wanita saja seumur hidupku.

LEE JUNG-JOO
Uh-oh, Pria seksi. Dan tampan. Dan kaya. Kelemahan terbesarku. Dan, bagian paling seksi darinya adalah keengganannya untuk menemui satu orang wanita lebih dari satu kali setelah mereka berkencan. Atau menghabiskan malam bersama. Atau bercinta. Mungkin sebaiknya dia berhati-hati sedikit dengan pesonanya. Bisa jadi aku kehilangan kendali dan menancapkan cakarku padanya. Itu, sungguh, sesuatu yang sangat berbahaya bagi seorang pria.


Yeeeey!!

Kali ini aku mau bhas salah satu novel dari Blood Type Series yang ke-2. Yang akan aku bahas ini novel karya Kak Yuli Pritania dan diterbitkan oleh Penerbit Grasindo.

Kalian pasti tau dong Blood Type series? Ini dulu juga booming banget loh, tapi sekarang sudah di gantikan dengan Lovession Series yang gak kalah keren.

Nah, jadi sebelum aku mau ulas sedikit tentang novel ini, aku mau memperkenalkan dulu para tokoh di novel ini ya:

👦 (Yeon Seok): Tinggi, tampan, kaya raya. Namanya juga ‘Cassanova’ sudah pasti ciri-cirinya seperti itu, bukan? Dia tidak pernah berpacaran, karena dia punya prinsip “Tidak akan mengencani seorang wanita lebih dari satu kali.”

👧 (Jung Joo): Tinggi, ramping, cantik, dan kaya raya juga. Dia juga blak-blakkan dan apa adanya, dan yang pasti ‘gila shopping’! Bayangkan!
Pengeluaran bulanannya untuk berbelanja itu 8 digit, kira-kira 20 juta tiap bulannya. Dia sendiri juga suka berganti-ganti pasangan.
Bedanya, kalau Yeon Seok berganti-ganti pasangan tanpa status -alias cuma jadi ‘teman kencan (if you know what I mean)’-, Jung Joo memacari pria-pria yang dikencaninya.

👩 (Mama Jung Joo): Berjiwa muda, energik, juga blak-blakkan. Dia bahkan ga ragu-ragu buat menggoda Yeon Seok yang notabene calon suami anaknya sendiri wkwkwk.

👨 (Papa Jung Joo): Sayang anak istri. Fix. Walaupun dia bukan ayah kandung Jung Joo, tapi dia rela di porotin anaknya sendiri karena nafsu belanja anaknya itu wkwkwk.


Itu dia para tokoh dan sedikit karakter dari tiap tokohnya.

Gimana menurut kalian, menarik kan? Coba deh bayangkan! Playgirl dijodohin sama Playboy. Mau jadi apa itu rumah tangga mereka? wkwkwkwk astagaaa!!!

Aku gak habis pikir deh wkwkwk.

Yang satu sukanya godain cewe, yang satu sukanya godain cowo. Lengkap sudah. wkwk

Tapi menurut kalian, apa bisa mereka bertahan dengan hubungan mereka tanpa cinta yang terlibat? Bisakah? Walaupun istilahnya, kalian udah tau jelek-jeleknya pasangan kalian, apa lantas kalian berubah tidak mencintai pasangan kalian? Atau malah makin cinta karena sudah tau kelemahan dan aib terbesar masing-masing?


Aku suka banget sama novel karya kak Yuli Pritania. Karna gaya penulisannya itu asik banget, khas banget. Bahkan karakter tokohnya itu udah khas banget deh. Beda aja dari yang lain.

Untuk novel karya kak Yuli sendiri, aku sudah punya 3. Dan.. tiga-tiganya itu keren dan gokil abis! Aku jamin kalian gak akan nyesel kalau baca novel ini.

Seneng, sedih, gemes, kesel, lengkap deh. Emosi kalian akan dipermainkan sat kalian baca novel ini!

Aku ada quotes untuk kalian nih:

There’s a story behind every person.

There’s a reason why they’re the way they are.

Think about that before you judge someone.

Review KILOVEGRAM

Screenshot_2018-03-15-09-22-38-54.png

Judul: KILOVEGRAM

Penulis: Mega Shofani

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 9786020379159

Cover: Paperback


Blurb:

Kata orang, Aruna itu seenarnya cantik, tapi… gendut.

Iya, Aruna tahu ia gemuk. Ia pun kenyang dan tidak mempan lagi diejek. Habisnya bagaimana? Ia paling sulit menolak makanan, apalagi yang enak. Masakan Mama, misalnya. Atau traktiran Raka, sahabatnya.

Tetapi sikap cuek Aruna mulai berubah setelah Nada, sepupunya yang cantik dan serbabisa, masuk ke SMA yang sama dengannya. Bukan itu saja, Raka terang-terangan memuja dan mendekati Nada sehingga membuat Aruna merasa tersisih dan minder. Apa yang harus ia lakukan agar bisa seperti Nada?

Aruna pun memutuskan mulai berdiet. Bagaimanapun caranya, ia harus langsing, langsing, langsing! Ia tidak akan kalah dengan cewek-cewek lain di sekola dan akan mendapatkan kembali perhatian Raka.

Diet dimulai dari… sekarang!


Haloo..

Ketemu lagi sama Afiraaa yang imut ini wkwkwk

Kali ini aku mau review novel terbarunya Kak Mega, yaitu KILOVEGRAM yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Novel ini bergenre Teenlit ya teman-teman. Tokohnya masih sekolah gitu dan berlatar di Jakarta.

Aku perkenalin dulu para tokohnya ya:

👧 (Aruna): Cantik, tapi gendut. Temannya cuma satu, dan itu adalah Raka. Dia udah bersahabat baik sama Raka sejak masih kecil, jadi benar-benar udah kenal sama Raka luar dalam. Dan menurutnya, sosok Raka yang cool dan banyak disukai orang-orang hanyalah kedok, karena sebenarnya Raka itu jail dan usil banget! Nggak banget deh!


👦 (Raka): Tinggi, ganteng, pintar beladiri, kaya pula. Egonya tinggi, namanya juga cowok. Gengsi!
Cewek yang suka sama dia? Duh! Gausah di tanya lagi! Banyak banget deh yang ngantri! Tapi eh tapi, dia gak pernah menanggapi tuh, karena dunianya terfokus sama sahabatnya yang gembrot tapi cantik. Tapi, kalau ada cewek cantik nan anggun seperti Nada, masa iya sih dia nolak?


👸 (Nada): Cantik, putih, tinggi, anggun, lembut. Pokoknya kebalikan dari Aruna deh. Pertama kali ngelihat Raka, dia udah suka, soalnya Raka kan kece banget. Apalagi Rakanya juga suka gombalin Nada, makin klepek-klepek deh.
Eits, tapi jangan salah. Walaupun Nada bisa dibilang ‘sempurna’, bukan berarti Nada berubah jadi tokoh antagonis di sini. Malahan, dia sayang banget sama Aruna. Hebat banget gak sih?

Nah, itu dia para tokoh utama dari novel KILOVEGRAM ini.


Jadi, novel ini tuh menceritakan tentang Aruna yang cantik tapi gendut. Aruna berusaha menarik kembali perhatian Raka yang merupakan sahabat terbaiknya. Karena itulah, Aruna berusaha untuk merubah dirinya sendiri dengan cara berdiet, dengan harapan Raka akan kembali memperhatikannya.

Tapi bukannya kembali dekat, hubungan mereka malah semakin regang! Apalagi setelah Aruna tau kalau Raka jadian dengan Nada yang notabene adalah sepupu Aruna sendiri.

Duh!

Keadaanya tambah runyam deh.

Kira-kira mereka akan bersatu atau nggak nih menurut kalian? ahahaha


Aku pribadi suka novel KILOVEGRAM ini.

Btw, aku dapetin novel ini tuh sebagai hadiah Giveaway dari kak Kinan dan kak Mega di Instagram. Kalian yang udah baca review aku di Instagram pasti tau hehehehe.

Menurut aku, kisah yang di angkat di KILOVEGRAM ini sedikit unik dan lucu. Jarang-jarang ada cerita yang tokohnya gembrot begini wkwk. Biasanya ya yang satunya cantik yang satunya ganteng. Mentok-mentok yang satu kaya yang satu miskin. (Aku suka sih cerita begini wkwkwk).

Nah kalau cerita ini kan beda! yang ceweknya gembrot! yang cowonya perfect!

Jadi bukan Beauty and The Beast. Apa ya ini? Kayak Cinderella kali ya? Tapi Cinderella aja cantik loh! Kalu Aruna kan ndut!

That’s why cerita ini tuh unik banget dan aku suka.

Dan seriously, buat kalian yang baca ini. Siap-siap kena virus friendzone wkwkwk.

Susah ya emang kalau di friendzone gitu #malahcurhat.

Nah, ya itu lah pokoknya reviewnya wkwkwkw

Maaf ya, gaje hihihi

Oh ya, quotes buat kalian:

Love is worth fighting for,

but not if you’re the only one fighting.

My Protective Mr. Arogant // Part 1 – You

Title: My Protective Mr. Arrogant // Part 1 – You

Genre: Romance

Length: Chaptered

.

Cast:

William D. Black | Adriana F. Evans

.

Afiraa’s speech:

Halooo, ini dia lanjutan untuk My Protective Mr. Arogant. Menurut kalian gimana nih? Bagus ga sih? Atau jelek? Huhuhu. Bisa comment ya kalau ada yang mau kasih saran atau apa. Pasti afiraa baca dan pertimbangkan. Semoga kalian suka ❤

Happy Reading

.

.

.

my protective mr arogant

.

Adriana memandang kamar hotelnya bosan. Ia sudah menyelesaikan seluruh pekerjaannya saat ini, dan sekarang ia bingung harus melakukan apa. Karena pekerjaannya yang seharusnya ia lakukan besok dan lusa sudah ia rampungkan semua.

Ia ditugaskan oleh Ms. Moore yang menjabat sebagai atasannya, untuk melakukan survey di beberapa tempat. Ia harus menilai apakah bangunan yang akan mereka jual harus di perbaiki total, sebagian, atau malah dirubuhkan untuk dibangun sesuatu yang lebih layak huni sesuai kualitas yang mereka butuhkan.

Jadi, dia sudah menyelesaikan seluruh surveynya tiga hari yang lalu, dan menyelesaikan laporannya kemarin. Sekarang ia bingung harus melakukan apa, karena tanggal pulang yang tertera di tiketnya masih dua hari lagi.

Ingatan Adriana kemudian melayang pada kejadian tepat seminggu yang lalu. Disaat ia bangun dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun disebuah kamar hotel mewah yang ia bahkan tidak pernah memimpikan untuk bisa menginap disana, bersama seorang pria asing yang tidak mengetahui namanya.

Sejujurnya, Adriana mengingat dengan jelas percintaannya dengan pria itu. Tapi, Adriana berusaha membuang ingatan itu jauh-jauh. Adriana begitu membenci pria itu, ia merasa dimanfaatkan karena pria itu menidurinya. Saat itu mereka berdua memang mabuk, tetapi seharusnya pria itu tidak menidurinya. Karena bagaimanapun juga, mereka bahkan tidak saling mengenal satu sama lain. Menurut Adriana, seharusnya pria itu bisa lebih menahan diri sehingga Adriana tidak perlu kehilangan keperawanannya yang sudah ia jaga selama dua puluh empat tahun ia hidup.

Disaat teman-temannya sibuk berganti pasangan, melakukan percintaan dengan pasangan-pasangan mereka. Ia tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan mahkotanya untuk seseorang yang memang pantas mendapatkannya suatu saat nanti. Ia selalu berpikir, pasti suaminya kelak akan sangat bangga padanya karena menyerahkan mahkotanya hanya pada orang yang ia cintai, yang tidak lain adalah suaminya sendiri.

Tapi sekarang, ia telah kehilangan harapannya. Seorang pria brengsek yang ia ingat bernama William telah merenggut mahkotanya secara paksa. Yah, bukan sepenuhnya kesalahan William sebenarnya. Tapi Adriana tetap tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Lebih mudah baginya untuk menyalahkan William daripada menyalahkan dirinya sendiri.

Adriana kemudian menghela nafasnya kembali. Bingung ingin melakukan apa, akhirnya Adriana memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia mengambil ponselnya yang sejak tadi ia hiraukan, dan mendapati ada tiga pesan dari Calista, Ayahnya, dan satu dari nomor yang tidak ia kenal. Ia memutuskan untuk membuka pesan dari Ayahnya terlebih dahulu.

 

From: Caleb

Kau belum mengabariku selama seminggu, Adriana. Apa kau baik-baik saja?

Sent 08.37

 

Adriana tersenyum melihatnya, ia baru ingat kalau ia belum mengabari ayahnya. Pasti ayahnya sangat khawatir padanya, walaupun ia tidak menunjukkannya. Adriana akhirnya memutuskan untuk membalas

 

To: Caleb

Aku baik-baik saja, dad. Maaf aku belum sempat mengabarimu. Pekerjaanku menumpuk kemarin. Aku akan segera berkunjung ke tempatmu begitu aku pulang dari Vancouver oke? Have a nice day, dad. I Love You

Sent 11.54

 

Setelah membalas pesan ayahnya, Adriana beralih untuk membuka pesan dari sahabat baiknya, Calista.

 

From: Calista

Really Adriana? Kapan kau akan mengabariku? Bagaimana Vancouver? Pasti banyak cowok sexy kan disana? Kau harus membawakan satu untukku. Segera kabari aku kalau kau sudah membaca pesanku oke? Anyway, aku punya kabar baik untuk kita berdua. Aku akan memberitahumu kalau kau sudah kembali kesini. I Miss you, girl.

Sent 07.59

 

To: Calista

Sorry, aku sibuk kemarin. Well,Vanvouver cukup menarik bagiku. Masalah cowok sexy, yaah, lumayan banyak cowok sexy disini sebenarnya. Aku jelas tidak bisa membawakanmu salah satu diantaranya, yang benar saja. And what is the good news?

Sent 11.55

 

From: xxx

I got you, my little Adriana.

Sent 10.23

 

Seketika tubuh Adriana menegang. Dengan cepat, ia melepaskan genggamannya pada ponsel tersebut.  Sukses membuat ponsel tersebut jatuh ke atas tempat tidurnya. Dengan cepat Adriana bangkit, kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Dengan wajah kalut, ia memandang pantulan wajahnya sendiri di cermin. Matanya tidak fokus dan wajahnya pucat pasi.

Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, membuat Adriana tersentak. Dengan ragu, ia berjalan kembali memasuki kamarnya dan memandang ponselnya yang bergetar di atas kasurnya. Adriana melihat sebuah nomor tidak dikenal tertera di sana, ia kemudian memutuskan untuk mengangkat telepon tersebut.

Selamat siang Ms. Evans,’ sebuah suara berat menyapa gendang telinganya. Adriana tanpa sadar menelan salivanya gugup saat mengenali suara orang yang meneleponnya.

“K-kau,”

Oh, kau mengenali suaraku? Well, aku tidak tau kalau kau sebegitu terpesonanya dengan diriku, Ms. Evans.’ Adriana mengernyit tidak suka saat mendengar kalimat penuh kepercayaan diri orang yang meneleponnya.

Adriana mendengus, “Apa maumu William?”

William, Ooang yang meneleponnya terkekeh senang, ‘Memanggil nama kecilku ma’am? Aku sungguh terkejut, I’ll call you Adriana then. Well, aku meneleponmu karena aku berencana mengajakmu makan malam ini. Kita punya sesuatu untuk dibahas remember?’

Adriana berdecak kesal, kekhawatirannya tadi langsung sirna seluruhnya berkat si brengsek William. “Aku tidak merasa punya sesuatu untuk dibahas denganmu,” desis Adriana galak.

Whoa, slow down Adriana. Lagipula, kau memang punya sesuatu untuk dibahas denganku. Pembicaraan kita belum selesai karena kau pergi tiba-tiba, sambil membanting pintu yang bukan milikmu kalau aku boleh mengatakan.’ Jawab William sakratik. Adriana mengepalkan tangannya kesal, wajahnya merah padam karena emosi.

“Aku tidak mau makan malam denganmu, apalagi membahas sesuatu yang tidak ingin aku bahas denganmu!” seru Adriana kesal.

William tertawa mendengar jawaban Adriana, membuat tingkat emosi Adriana semakin meningkat. ‘Well, aku tidak perduli. Kau akan makan malam denganku malam ini, dan kita akan membahas urusan kita yang belum selesai. Kau suka atau tidak, itu akan tetap terjadi. Jadi bersiaplah untuk nanti malam. Aku tidak main-main.

“Aku tidak peduli padamu, you jerk! Aku tidak akan makan malam denganmu! Jangan menggangguku!”

Tanpa mau repot-repot mendengar jawaban William, Adriana segera menutup sambungan telepon mereka secara sepihak, lalu melempar ponselnya ke atas kasur dengan kesal. Nafasnya menderu, dan mukanya merah padam menahan kesal.

Adriana sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran William. Untuk apa pula pria itu menghubunginya, dan sebetulnya dari mana pria itu bisa mendapatkan nomor teleponnya. Selama seminggu ini ia sudah membuang jauh-jauh seluruh pikirannya pada malam itu, terlebih tentang William. Tapi kenapa pria itu malah tiba-tiba hadir kembali dihidupnya, mempersulit hidupnya. Ia benar-benar bingung karenanya.

Ponselnya kembali bergetar, dengan kesal Adriana kembali mengangkatnya, ‘Aku akan menjemputmu jam 7.

Adriana melotot pada ponselnya yang sekarang sudah tidak lagi terhubung dengan William. Setelah William mengutarakan maksudnya tadi, ia sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Adriana menjawab, dan malah mematikan sambungan telepon mereka begitu saja.

Adriana jengkel setengah mati, menurutnya William sangatlah arogant, dan jelas Adriana amat sangat tidak menyukainya. Dengan hati dongkol, Adriana berbaring di kasurnya. Ia meletakkan ponselnya di kecil di samping tempat tidurnya, lalu memejamkan matanya, mencoba untuk tidur.

 

 

“Hei, bangunlah.”

Adriana mengerang kecil saat ia merasakan bisikan di telinganya. Dengan enggan, ia mencoba untuk membuka matanya. Setelah beberapa detik ia terdiam saat mendapati wajah seseorang sedang menyeringai tepat di atas wajahnya.

“Well? Tidur nyenyak, Adriana?” Tanya orang tersebut dengan suara serak nan sexy.

Adriana kemudian melotot setelah sadar siapa orang yang berada di dalam kamar hotelnya, “K-kau!!!! Bagaimana bisa kau masuk kedalam sini? Aaaaaaa!!!!”

William, sang tersangka, kaget setengah mati saat Adriana tiba-tiba saja berteriak histeris. Dengan panik ia menutupi bibir Adriana dengan bibirnya sendiri. Adriana melotot kaget, begitu juga dengan William sendiri. Setelah beberapa saat, William menjauhkan wajahnya dari Adriana. Ia kemudian tersenyum saat melihat wajah Adriana yang merah padam karena perbuatannya. “Maaf reflex,” gumamnya geli.

Adriana melotot galak pada William, “Kenapa kau bisa ada disini?” tanyanya penuh penekanan. William mengangkat sebelah alisnya, terhibur dengan reaksi Adriana yang sesungguhnya sudah ia perhitungkan.

“Aku kan sudah bilang, aku akan menjemputmu untuk makan malam jam 7. Aku meneleponmu berulang kali tapi tidak satupun kau angkat. Karena aku khawatir, jadi aku memutuskan untuk kemari lebih cepat sekaligus memastikan kau baik-baik saja.”

Kening Adriana mengernyit heran mendengar penjelasan William. “Kenapa pula kau sampai harus khawatir padaku? Kau bukan siapa-siapa. Kau berbicara seolah-olah kita memiliki suatu hubungan special atau semacamnya,” protes Adriana.

William diam, tidak menanggapi pernyataan Adriana. “Sudahlah, lebih baik kau sekarang mandi. Kita akan segera pergi.” Ujarnya kemudian.

Adriana merengut, ia mengangkat tangannya dan bersedekap di dadanya. “Aku sudah bilang, aku tidak mau makan malam denganmu, apalagi membahas sesuatu yang tidak ingin aku bahas denganmu.”

William menyeringai, “Aku juga sudah bilang kalau aku tidak perduli. Aku tidak menerima penolakan. Jadi lebih baik kau sekarang mandi dan bersiap-siap atau aku akan menggendongmu saat ini juga dan membawamu pergi dari sini.”

Adriana merinding mendengar ancaman William, “Kau tidak akan berani.” Jawab Adriana tidak yakin.

William menyeringai, “Apa kau menantangku? Asal kau tau saja Adriana, pria selalu suka tantangan.” Adriana mengernyit tidak suka saat melihat seringaian William. Tapi kernyitan tidak suka itu dengan cepat berubah menjadi teriakan histeris saat William tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya Bridal Style

“Aaaaaaaaaaaa, TURUNKAN AKU KAU BRENGSEK!!!!”

William mempertahankan seringaiannya walaupun kulit kepalanya serasa seperti akan copot karena ditarik dengan amat keras oleh gadis didalam gendongannya. “Aku tidak akan menurunkanmu, kecuali kau mau berjalan dengan kakimu sendiri ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk makan malam kita.” Tawar William.

Bukannya mengiyakan, gadis itu malah semakin kuat menarik rambut William sampai membuat sang empunya rambut meringis. “AKU BILANG AKU TIDAK MAU MAKAN MALAM DENGANMU!! TURUNKAN AKU!!!”

Adriana tidak hanya menjambak rambut William kali ini. Ia juga meronta-ronta dalam gendongan William, membuat William kelimpungan setengah mati. Dengan emosi yang tersulut, William melangkahkan kakinya kearah pintu yang otomatis membuat teriakan Adriana semakin kencang.

“OK OK! AKU MAU MAKAN MALAM BERSAMAMU! SEKARANG TURUNKAN AKU!” teriak Adriana marah saat William hendak meraik kenop pintu.

William menurunkan Adriana ke lantai tanpa berbicara. Ia hanya memandang Adriana yang murka dengan dingin, “Kalau begitu cepatlah. Aku akan menunggumu disini.”

Dengan santai, William melangkahkan kakinya kembali ke kasur kemudian mendudukkan dirinya sendiri di kasur tersebut. Adriana sendiri melangkahkan kakinya sambil menghentak ke kamar mandi. Sesekali sumpah serapahnya terdengar, membuat William geli sendiri.

Suara bantingan pintu kamar mandi membuat William melepaskan topeng dinginnya yang tadi sempat ia kenakan, dan menggantinya dengan tawa keras. “KAU BEDEBAH!!!” teriak Adriana dari dalam kamar mandi.

Nafasnya tersengal-sengal, dan wajahnya memerah karena emosi. Ia kemudian menyalakan shower, dan mengguyur dirinya sendiri dengan air dingin untuk menyurutkan emosinya.

William, orang itu sukses membuat hari tenangnya menjadi hancur berantakan. Kalau saja pria itu tidak datang menganggunya, ia mungkin akan pergi ke tempat manapun yang menarik di sini dan menghibur dirinya sendiri.

Dengan pikiran kesal, ia menyelesaikan kegiatan mandinya, memakai bathrobe, kemudian keluar dari dalam kamar mandi untuk berpakaian. Ia melirik William yang saat ini duduk di kursi hotelnya sambil memandanginya dengan intens.

Adriana berjalan terus ke arah kopernya sambil berusaha mengabaikan tatapan William yang seakan ingin menelanjangi dirinya. Dan tanpa pikir panjang, Ia melepas bathrobenya dan mulai berpakaian. Adriana menyeringai senang saat mendengar helaan nafas panjang dari William.

Adriana kemudian tersentak kaget saat tiba-tiba saja William sudah berada di belakangnya dan memeluk tubuhnya dari belakang. “Kau menggodaku, kau cukup berani Adriana. Kalau aku jadi kau, aku akan berpikir beberapa kali kalau melakukan hal seperti itu.”

William berbisik tepat di telinganya, membuat Adriana menggigil dengan antisipasi. Ia tersentak saat William menggigit kecil bahunya. “Cepatlah berpakaian.” Bisiknya lagi kemudian berjalan kembali menuju kursi.

Adriana terdiam, ia mencoba menenangkan debaran jantungnya yang tiba-tiba meningkat karena kedekatannya dengan William. Dengan kesal Adriana menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan berpakaian.

‘Ini salah, tidak seharusnya tubuhku bereaksi seperti itu karena si brengsek ini’ batin Adriana kesal.

Setelah selesai berpakaian, William kemudian mengajak Adriana untuk berangkat. Mereka menghabiskan waktu mereka dalam perjalanan dengan keheningan. Tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.

William dan Adriana masing-masing terlihat sibuk dengan pemikiran mereka sendiri. Sesampainya mereka di restaurant, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka ke meja yang sudah William reservasi dalam keheningan. Adriana sesekali melirik kearah William yang menampilkan wajah dinginnya.

William dan Adriana duduk berhadapan. Adriana hanya diam saja saat William memesankan makanan untuknya, tanpa meminta pendapatnya. Setelah pelayan pergi, perhatian William akhirnya tertuju sepenuhnya pada Adriana. “Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya William bingung, masih dengan raut dinginnya.

Adriana diam, ia hanya mengangkat sebelah alisnya sebagai jawaban. William menghela nafas. Ia kemudian memandang Adriana dengan raut serius, “Aku punya proposisi untukmu.”

 

 

-TBC-