Review Love You in Silence

Love You in Silence

Penulis: Neng Uttie

Penerbit: Matcha Media (@matchamedia)

ISBN: 978-602-52365-4-9

Halaman: 470 hal


Blurb:

Ini adalah kisah tentang tiga manusia yang terjebak pada satu cinta.

Azha, pria yang rela mencintai dalam diam. cinta baginya adalah ujian kesabaran dan bagaiamana cara dia bertahan serta berjuang untuk mendapatkan hadiah terbesar dalam hidupnya.

AJ, adalah pria yang mencintai dalam gelap. mencoba menerima takdir saar cinta meninggalkannya, merampas habis kebahagiaannya, membuat dia belajar untuk melepaskan, demi cinta dalam hidupnya.

Grace, wanita yang berdiri diantara dua cinta. manakah yang harus dia pilih antara pria yang mencintainya atau pria yang ia cintai.


Kesan Pertamaku melihat novel ‘Love You in Silence’

Sejujurnya, aku sama sekali ga pernah baca cerita ini di Wattpad. Berhubung yang aku baca di Wattpad itu cuma karya dari penulis-penulis tertentu. Penulis Indo yang aku tau cuma sedikit, dan mereka semua adalah favouriteku.

Berhubung aku ini tipe orang yang mood-moodan, aku suka males kalau harus cari-cari lagi kira-kira cerita mana yang bagus buat dibaca. Dan disamping itu semua, aku juga lagi sibuk-sibuknya kuliah. Berangkat pagi, pulang malem. Kalo libur? Molor seharian dari malem sampe siang atau sore, atau bahkan sampe malem lagi. Secapek itu aku.

That’s why aku jadi jarang banget baca buku sekarang, apalagi review. Kecuali kalau ada libur yang agak panjang, aku pasti baca novel hehe walaupun gak sempat untuk mereview apapun.

Ok, back to the topic. Jadi kali ini aku akan mereview sebuah novel tembusan Wattpad juga, yang berjudul ‘Love You in Silence‘. Nah, novel ini tuh ditulis oleh Neng Uttie dan diterbitkan oleh penerbit Matcha Media. Bisa di bilang, ini buku kedua terbitan Matcha Media yang aku review, and I’m proud of it.

Pertama kali aku liat covernya di medsos, aku memang ga begitu tertarik. I don’t even see the blurb. Why? Soalnya aku tuh sukanya buku yang covernya tuh berwarna gitu deh wkwkwk, sedangkan cover buku ‘Love You in Silence’ ini kan cenderung simple and dark gitu.

Dan entah kenapa, aku dapat rejeki. Aku dipercaya untuk mereview buku ini!! Yeeeyyyy!!! #tepuktangan

Sejujurnya, aku bahkan ga mengharapkan apapun waktu bukunya dateng. Tapi begitu aku buka bungkusannya, OMG aku suka covernya yang simple itu! Simple but yet elegant. Menurutku sih cucok meong alis cocok banget sama judulnya. Kan ga mungkin juga ya covernya rame, padahal judulnya ‘Love You in Silence‘ ehehehe.

Ok now, let’s talk about the book.

I love you neither with my heart, not with my mind

Just in case, heart might stop and mind can forget

I love you with my soul, because soul never stops or forgets.

-Rumi


Mengenal lebih jauh Love You in Silence

Aha! Ini dia part yang aku tunggu-tunggu. Aku mau memperkenalkan para tokoh yang ada di ‘Love You in Silence’ ini. Aku bakalan mulai dari karakter yang paling aku suka.

“Aku nggak bisa, Shane. Aku takut. Terlalu takut untuk mencoba lagi, takut menerima penolakan lagi. Dan terutama, ayah kamu nggak mengizinkan. I do love Grace. Even though I’ve tried to find someone else, she’s always in my mind. I can’t love anyone but her. Tapi kalau tidak ada yang memberi restu, aku bisa apa? Grace jelas akan menolak. Aku pun tidak berani untuk bertindak tanpa restu lagi. Aku menghormati ayah, sama seperti orangtuaku sendiri. Lagipula, dia juga yang membantu aku lahir ke dunia. Tapa restunya, tak ada yang bisa kulakukan, Shan, walaupun aku akan selalu mencintai Grace… sampai aku mati” -AJ

AJ: Nama aslinya Adrian. Dia itu hacker white hat gitu, tajir, ganteng, pinter, idaman wanita lah ya. He’s been falling in love with Grace sejak mereka kecil, but they’re cousins with a close blood related. Actually, they love each other. Tapi sayang, takdir bener-bener jahat banget sama AJ. Dia kehilangan segala yang ia sayangi. Mulai dari kekasih, istri, anak, all of them. Kalau boleh aku bilang siapa yang sebenarnya paling menderita di novel ini, i would say that’s AJ (and Ally actually). He lost everything he had, everything he loves. And the worst part is, no one cares. 

Di saat AJ berjuang dengan hatinya yang patah, semua orang mendukung Grace and Azha. Even though aku tau kenapa, aku ngerasa kalau AJ lah orang yang paling tersakiti di sini. Aku gak bilang kalau Grace and Azha gak sakit, no. I know mereka semua ngerasain perasaan sakit yang sama, but AJ, he has no one to hold while Azha and Grace have each other, plus their family. 

Menyakitkan rasanya saat mengetahui dengan jelas kalau yang kamu cintai bukan aku. 

Azha: Dia dokter speasialis jantung. Udah jatuh cinta sama Grace sejak mereka sekolah. Mereka awalnya bersahabat, sebelum akhirnya suatu masalah membuat Azha menawarkan diri untuk menjadi suami Grace, and Grace gak punya pilihan lain selain menolak. Walaupun mereka menikah, Grace doesn’t seem to love him back but time flies. Setelah bertahun-tahun perasaan manusia tentu bisa berubah. Dan itu terjadi pada Grace. She loves him back. Azha is a good man, really good man, dan aku ga heran kalau Grace akhirnya bisa balik mencintai Azha. He deserve it too.

“I need you because you make me loaugh more than anyone else, and I’m the best me when I’m with you. And because when you’re gone, nothing feels right until you return.” -Grace

Grace: She’s a great woman. Baik, cantik, dokter pula. Dia dicintai sama semua orang dan menjadi bahan rebutan Azha dan AJ. Satu-satunya hal yang aku gak suka dari dia adalah dia gak bisa mengambil keputusan yang berujung menyakiti hati semua orang. What i learned from Grace adalah kita gak bisa main asal ambil keputusan, terutama di saat keputusan itu bisa membawa perubahan besar ke orang lain. Kita gak akan bisa solve problem milik bersama sendirian. Don’t take the blame, atau kita cuma akan menyakiti lebih banyak orang.

“Lo kan ngakunya sahabat gue. Sahabat tuh rela dinistakan seperti ini!” -Shane

Shane: Adik Grace, suka sama Azha. Tomboy dan periang, bersahabat sama Cakra. Awalnya aku ngira Shane itu cowok, tapi ternyata dia cewek kwkwkwk. Karakternya lucu, menurutku dia sih sama Cakra yang bikin humornya dapet banget ehehe. Soalnya pecicilan banget!

“I know you are genius, AJ, but sometimes you act like an idiot!” -Ally

Ally: Sahabat AJ waktu di LA. Keturunan Arab gitu, gak bisa bahasa Indonesia. Dia suka AJ dari lama, tapi gak pernah bilang. Di saat akhirnya mereka dapat kesempatan buat bersama, takdir lagi-lagi mempermainkan mereka. She lost her daughter, then she left AJ because she knew that AJ’s heart isn’t for her. Tapi mereka tetap berteman setelahnya. She’s a good woman with a bigh heart.


Love You in Silence

What I love the most about this book is that there’s a lot (like really lot) of quotes (litterally a good one).

Aku suka covernya yang ternyata oke banget kalau dilihat langsung, aku suka bukunya yang tebel itu, aku suka materi yang di angkat di novel ini, aku suka semuanya! Alurnya juga oke sih menurutku, sedikit membingungkan waktu flashback karena kurang transisi aja.

Tapi ceritanya udah oke banget, bikin aku terhanyut. Karena seriuosly, aku sampai nangis loh. Aku gatau gimana orang lain, but, aku punya kebiasaan. Setiap membaca, aku selalu memposisikan diriku sebagai tokoh yang aku baca itu. That’s why aku selalu emotional kalau baca novel.

I laugh and I cried. I can feel what those characters feel. Minusnya, feelnya itu bisa mempengaruhi aku di dunia nyata. Kayak aku jadi agak sensi soalnya aku lagi sedih, karakter yang aku baca lagi sedih. Semacam itu lah. I don’t know if it’s good or bad, tapi thanks to it, aku jadi lebih bisa menempatkan diriku. Aku bisa praktekkin di dunia nyata, like “kalo aku jadi dia aku juga pasti blabla”. Itu sangat membantu aku supaya aku ga semena-mena sama orang lain, karena aku belajar untuk melihat berbagai masalah dari berbagai sudut pandang.

Novel ini salah satunya.

Aku sampai gatau siapa yang harus disalahkan waktu aku baca novel ini. Everyone has their own part to be blamed. Azha, AJ, Grace, even Ally, they’re just doing everything they can to make everythings right. 

Azha, dia cuma mau dia dicintai oleh orang yang ia cintai walaupun akhirnya harus mengorbankan perasaan orang lain. Grace, dia hanya ingin orang yang ia cintai bahagia walaupun akhirnya ia malah melukai perasaan semua orang. AJ, dia cuma mau melihat orang yang ia cintai bahagia walaupun akhirnya ia harus menanggung rasa sakitnya melihat orang yang ia cintai bersama dengan orang lain and no ones care.

There’s a lot of good things. Mungkin minusnya, terlalu banyak tokoh, sampai kadang aku lupa siapa yang siapa. I mean, yang mana yang sepupu, yang mana yang kakak, yang mana yang adik, yang mana yang orang tua. Mungkin karena aku dasarnya emang pelupa, jadi agak susah juga kalau tokohnya langsung banyak begini, agak ribet sih.

But overall, aku suka novelnya. Aku suka materinya. Aku suka semuanya. Untuk kalian yang mungkin sedang patah hati, sedang terjebak cinta segitiga, aku rekomendasiin kalin novel ini. Novel ini bisa bantu kalian untuk melihat masalah kalian dari 3 sudut pandang yang berbeda, dan aku harap kalian bisa menyelesaikan masalah kalian masing-masing tanpa harus menyakiti perasaan banyak orang.

Dan aku mau ucapin banyak-banyak terimakasih buat Baby yang udah kasih aku kepercayaan untuk mereview novel ini. You’re a good writer. You can do so much with your work. Maybe this sounds cheesy or something, but.. There’s a lot of people like me, who read novels because they want escape from reality. And this kind of novels, can do something you’ll never understand for them.

Keep writing and keep inspiring!

And congrats, you’ve become one of my favourite writers! I’ll wait for your next book!! P.s. don’t be too long please hehehehe.

The hardest part of losing someone isn’t having to say goodbye, but rather learning to live without them. Always trying to fill the void, the emptiness taht’s lost inside your heart when they go

-anonymous

I choose to love in silence, for in silence I find no rejection

I choose to love you in loneliness, for in loneliness no one owns you, but me

I choose to adore you from distance, for distance will shield me from pain

I choose to kiss you in the wind, for wind is gentler than my lips

I choose to hold you in my dreams, for in my dreams, you have no end

-Rumi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s