Broken Vow

Title: Broken Vow Prolog

Genre: Drama, Hurt

Rating: G

Length: Chaptered

.

Cast:

Kim(Cho) Hwayeon | Cho Kyuhyun

Other:

Choi Siwon

.

Afiraa’s speech:

Hallo, afiraa kembali lagi niih. Kali ini afiraa bakal kasih kalian cerita baru, tapi yang satu ini chapter yaaa. Gatau kenapa, tapi afiraa lagi ga ada ide buat cerita yang happy happy gitu T_T jadinya malah cerita beginian. Wkwkwk. Yah pokoknya, semoga kalian suka yaah. Bakal afiraa usahain untuk update next chapter secepatnya. Bisa di follow juga, jadi kalian bakal dapat notifnya lewat email. Daaan terlebih afiraa mau ucapin terimakasih sebanyak-banyaknya yang udh mau kasih review buat afiraa, aku terharu banget deh suer. Afiraa janji bakal perbaikin lagi cerita-cerita selanjutnya supaya lebih baik

Happy reading ya guys, enjoy the stories ❤

broken vow

.

.

.

“Oppa, mari kita tidur. Ini sudah malam sekali, aku lelah.” Hwayeon kembali menguap untuk yang sekian kalinya. Kyuhyun menoleh sejenak kearah Hwayeon, kemudian kembali mengalihkan pandangannya kepada tumpukkan dokumen yang berada di meja kerjanya. “Kau tidurlah duluan, love. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Aku akan menyusul sebentar lagi.”

Hwayeon sontak cemberut setelah mendengar perkataan Kyuhyun, bibirnya mengerucut dengan tangan bersedekap di dadanya. “Tidak mau! Aku mau kita tidur bersama, jadi cepat hentikan pekerjaan sialan itu sebelum aku marah padamu.” Kyuhyun otomatis menghentikan seluruh kegiatannya, dan kini seluruh perhatiannya sudah teralih pada Hwayeon yang masih saja cemberut di depan meja kerjanya.

“Tapi sayang, besok aku ada meeting jadi-“

“Tidak ada tapi-tapian! Pokoknya, tidur sekarang!” Hwayeon menghentakan kakinya kesal ke lantai. Kyuhyun memandangnya dengan binar geli dimatanya. Ia kemudian menghela nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. “Baiklah-baiklah. Mari kita tidur”

Kyuhyun akhirnya mengalah, ia bangkit dari kursinya setelah ia membereskan berkas-berkas yang bercecer. Dengan  perlahan ia berjalan mendekati Hwayeon, kemudian merengkuh gadis itu kedalam pelukannya. “Nah jadi, haruskah kita tidur sekarang Tuan Putri?” tanya Kyuhyun geli, dan sukses mendapatkan sebuah cubitan sayang di perutnya.

“Ish, ayo tidur.” Setelah mengatakan itu, Hwayeon balik memeluk Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh geli, dengan perlahan ia mengecup puncak kepala Hwayeon lembut. Tanpa kata, Kyuhyun mengangkat Hwayeon kedalam gendongannya, dan membawanya kedalam kamar mereka. Mereka mengahabiskan perjalanan mereka ke kamar dalam diam. Tidak satupun dari mereka yang bersuara.

Sesampainya di kamar, Kyuhyun membaringkan Hwayeon di kasur dengan perlahan. Tapi sepertinya Hwayeon tidak berniat melepaskan Kyuhyun, karena tangannya tetap saja bergelayut manja di leher Kyuhyun. Kyuhyun hanya menaikkan sebelah alisnya dengan bingung sambil memandang istrinya yang entah kenapa manja sekali malam ini. Kedua tangannya mengurung Hwayeon di bawah kungkungannya. “Aku mencintaimu.” Ujar Hwayeon tiba-tiba.

Kyuhyun tersenyum mendengarnya, “Aku tau, aku juga mencintaimu”.

Kyuhyun merendahkan tubuhnya, kemudian dengan lembut ia mengecup bibir Hwayeon. Hwayeon memejamkan matanya saat ketika bibir Kyuhyun mulai menguasai bibirnya. Lenguhan kecil menguar tanpa bisa dicegah. Kyuhyun kemudian tersenyum, dan mengakhiri cumbuannya setelah ia mengecup kecil sudut bibir istrinya itu. “Baiklah, sekarang tidurlah. Aku akan menjagamu.”

Hwayeon menggeser tubuhnya, membiarkan Kyuhyun ikut berbaring disebelahnya dan kembali membawanya kedalam rengkuhan namja itu. “Jalja oppa” gumam Hwayeon lirih. Kyuhyun mengeratkan rengkuhannya pada tubuh Hwayeon. “jalja” balasnya tak kalah lirih sebelum akhirnya terlelap, menyusul istrinya yang sudah lebih dahulu masuk kealam mimpi.

 

*

 

Hwayeon memandang sekelilingnya dengan bosan, Kyuhyun masih saja sibuk di meja kerjanya. Ia sendiri sudah tak berselera membaca novel yang saat ini berada di tangannya. Ia kemudian menaruh novel tersebut disamping tubuhnya, kemudian meregangkan tubuhnya yang mulai terasa kaku. “Oppa, kau sibuk?” tanya Hwayeon santai.

“Tentu saja aku sibuk.” Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari laptop yang berada di hadapannya. Hwayeon mendengus, merasa bodoh karena menanyakan hal yang sudah pasti seperti itu.

“Aku bosaaaaaaan” keluh Hwayeon sebal.

“Maaf sayang, tapi aku sedang benar-benar sibuk. Lagipula, kenapa kau tiba-tiba mau ikut denganku ke kantor? Aneh sekali.” Lagi-lagi Kyuhyun tidak memandang Hwayeon saat mengatakannya. Hwayeon mengalihkan pandangannya pada kaca transparant yang melapisi ruangan Kyuhyun dari dunia luar. “Dirumah juga sama membosankannya!”

Kyuhyun menyerengai, ia tiba-tiba memikirkan sesuatu. “Lalu? Kau ingin agar tidak bosan?” pancing Kyuhyun. Hwayeon mengangguk seadanya, “tentu saja.” Seringai Kyuhyun melebar setelah mendengar jawaban Hwayeon. Diam-diam ia menekan tombol kunci pintu ruangan yang ada di laci mejanya, kemudian berjalan menghampiri Hwayeon yang duduk malas di sofa.

Hwayeon memandang Kyuhyun dengan pandangan aneh saat suaminya itu terus mendekat padanya. Tapi setelah sampai, bukannya duduk disampingnya, Kyuhyun malah mengurungnya di bawah tubuhnya. Kedua tangan Kyuhyun berada di sisi kepalanya, berpegangan pada senderan sofa. “Lalu, bagaimana kalau kita menghadirkan malaikat kecil supaya kau tidak bosan saat aku bekerja?”

Hwayeon terdiam sejenak, memikirkan kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum geli saat melihat wajah bingung Hwayeon, dengan cepat ia menghadiahkan satu kecupan di sudut bibir gadis itu. “ish oppa! Nanti kalau ada yang masuk bagaimana?”

Kyuhyun memandang Hwayeon dibawahnya dengan penuh cinta. Ia sangat mencintai Hwayeon, ada sesuatu di dalam diri gadis itu yang seakan menarik dirinya untuk terus berada di samping gadis itu. Ia menikmati waktu yang ia habiskan bersama dengan Hwayeon. Bahkan walaupun tidak ada satupun diantara mereka berdua yang bersuara, ia tetap menikmati moment-moment dimana hanya ada dirinya dan Hwayeon.

Dunianya seakan berpusat pada gadis itu. Mulai dari tawanya, senyumnya, suaranya, sifatnya, tubuhnya, segalanya. Hwayeon adalah poros dunianya. Ia bahkan tidak sanggup membayangkan hidupnya tanpa gadis itu. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya jika Hwayeon sampai meninggalkannya. Membayangkannya saja ia enggan, apalagi jika itu benar-benar terjadi. Ia bahkan masih bisa mengingat saat saat dirinya harus berjuan untuk mendapatkan gadis itu. Yah well, tentu saja ia tidak akan mungkin bisa melupakan hal itu.

Hwayeon yang dulu, sangat berbeda dengan Hwayeon yang sekarang. Dulu gadis itu sangat kejam padanya. Ia masih tidak tau sampai saat ini, kenapa Hwayeon begitu membencinya dulu itu. Ia masih bisa mengingat betapa sakitnya tamparan gadis itu dipipinya. Kalau kupikir pikir lagi, wajar sih Hwayeon menamparnya mengingat dia tiba-tiba mencium bibir gadis itu. Tapi mau bagaimana lagi, dia benar-benar tidak tahan! Karena saat itu Hwayeon sangat sexy, sama seperti saat ini.

“Tenang saja sayang, tidak ada yang akan masuk. Bagaimana? Mau?” tawar Kyuhyun lagi. Ia terkekeh kecil saat mendapati rona merah menjalari pipi Hwayeon. Manis sekali  batin Kyuhyun gemas.

“Tidak! Kau gila ya? Kalaupun tidak ada yang lihat, bagaimana kalau ada yang dengar? Asistenmu? Dasar sinting!” Rona merah terus saja menjalari pipi bahkan sampai telinga dan leher gadis itu. Kyuhyun terkekeh dalah hati, ia sangat menikmati pemandangannya saat ini. “Baiklah baiklah, kita lakukan nanti malam saja dikamar atau diruang tamu juga boleh.” Ujar Kyuhyun jahil.

“Aduhh! Sakit chagi.” Hwayeon mendengus melihat wajah memelas Kyuhyun. “Sudah minggir sana, lebih baik cepat lanjutkan pekerjaanmu supaya kita bisa cepat-cepat pulang.”

Kyuhyun akhirnya melepaskan kungkungannya pada tubuh Hwayeon. “Baiklah Tuan Putri, Pangeranmu ini akan kembali bekerja agar kita bisa segera pulang dan membuat anak untuk menemanimu.” Hwayeon tertawa saat Kyuhyun membungkuk main-main padanya sebelum berjalan kembali ke meja kerjanya.

“Dasar gila” gumam Hwayeon geli.

“Gila karenamu, sayang.” sahut Kyuhyun sambil tertawa keras. Hwayeon menggeleng-gelengkan kepalanya heran. Padahal Kyuhyun selalu dikenal sebagai atasan yang menyeramkan. Ia penasaran bagaimana reaksi para pegawaai Kyuhyun jika mereka melihat tingkah Kyuhyun seperti saat ini.

Drrtt Drrtt

Hwayeon mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun pada ponselnya yang bergetar. Nama Choi Siwon tertera disana. Hwayeon menatap Kyuhyun dan ponselnya secara bergantian dengan bingung. Haruskah kuangkat disini?  Batin Hwayeon bingung. Hwayeon kemudian menghela nafasnya dalam-dalam. Ia memutuskan untuk mengangkat panggilan Siwon, siapa tau ada hal penting.

“Hallo.” Siwon memulai di seberang sana.

“Ne, hallo.” Jawab Hwayeon ragu. Ia bisa menangkap pandangan penasaran Kyuhyun dari sudut matanya.

“Kau sibuk?” tanya Siwon to the point.

“Tidak.” jawab Hwayeon singkat.

“Kau dimana?”

Hwayeon terdiam sejenak, ia kemudian menghela nafasnya lagi. “Apa maumu?”

Kali ini Siwonlah yang terdiam. “Bisakah.. Bisakah kita bertemu sebentar? Ada yang ingin kubicarakan denganmu.” Ujarnya kembali dengan ragu.

Hwayeon melirik Kyuhyun yang masih memandanginya dengan penasaran dari sudut matanya, “Kurasa tidak, suamiku tidak akan menyukai hal itu.” Kyuhyun yang merasa tersebut semakin dibuat penasaran, matanya memicing memandang Hwayeon, meminta penjelasan.

“Kau bersama Kyuhyun sekarang? Bukankah seharusnya ia bekerja?” tanya Siwon bingung.

“Ya, aku berada di kantornya saat ini. Jadi sebenarnya apa maumu Siwon oppa?” mata Kyuhyun sontak melebar mendengar nama Siwon terlontar dari bibir Hwayeon. Wajahnya mendatar seketika, dan sorot matanya berubah dingin dalam sekejap. Hwayeon menatap Kyuhyun, memberikan senyum menenangkan.

Siwon mendesah keras, “Aku sudah mengatakannya tadi, aku hanya ingin bertemu denganmu sebentar saja. Ada yang ingin kubicarakan denganmu, ini bukan tentang kau dan aku atau semacamnya. Jadi jangan salah paham, aku hanya ingin berbicara denganmu tentang  Park Haneul karena kaulah yang paling dekat dengannya.” Jelas Siwon salah tingkah. Hwayeon terkejut mendengarnya, apa ada sesuatu yang terjadi diantara Siwon oppa dan Haneul? Gadis itu tidak pernah mengatakan apapun padaku batin Hwayeon bingung.

Hwayeon menimbang-nimbang sejenak. Ia bingung, haruskah ia menyanggupi keiginan Siwon atau menolaknya? Belum lagi pandangan menusuk yang Kyuhyun layangkan sungguh mengusiknya. “Baiklah, kita bertemu disini saja. Bukan di ruangan Kyuhyun oppa maksudku, di bawah ada kantin, kita bisa berbicara disana.” Kyuhyun yang menyimak pembicaraan Hwayeon dengan Siwon dari mejanya sontak bangkit dengan amarah yang lebih berkobar. Hwayeon yang melihat hal itu hanya mengangkat tangannya sambil menatap Kyuhyun, melarang Kyuhyun melakukan apapun.

“Apa tidak masalah seperti itu? Maksudku, suamimu tidak begitu menyukaiku.”  Hwayeon memutar bola matanya malas, tapi seulas senyum tersinggung di bibirnya. “Tentu saja dia tak menyukaimu oppa, bagaimanapun kau ini mantan kekasihku.” Ujar Hwayeon santai, tidak memperdulikan Kyuhyun yang seakan sudah terbakar api cemburu di sampingnya.

Siwon tertawa disebrang telepon, “Kau benar, hahaha, mungkin saat ini suamimu sedang melayangkan berbagai sumpah serapahnya padaku.” Hwayeon kembali melirik Kyuhyun yang berada di sampingnya, kemudian membenarkan ucapan Siwon. “Kurasa kau benar.” Ujar Hwayeon geli.

Siwon tersenyum, “baiklah kalau begitu, aku akan segera kesana. Hmm, apa aku perlu berbicara langsung pada suamimu? Maksudku, aku tidak ingin kau bertengkar dengannya karena hal ini.”

“Sudahlah, aku akan mengatakannya sendiri.” Jawab Hwayeon menenangkan. Siwon mengangguk, kemudian sadar kalau Hwayeon tidak akan mungkin bisa melihat anggukannya. “Baiklah, sampai bertemu nanti.”

“Ne.” Hwayeon mematikan teleponnya, kemudian memandang Kyuhyun yang masih berdiri kaku di sampingnya. Ia tersenyum menenangkan, kemudian menepuk tempat disebelahnya. Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Hwayeon dengan cepat. “Apa yang dia bicarakan denganmu? Kenapa dia meminta bertemu denganmu? Kenapa kau menyanggupi keinginannya?” cerocos Kyuhyun kesal.

Bukannya segera menjawab pertanyaan Kyuhyun, Hwayeon malah menyandarkan tubuhnya pada Kyuhyun. Dengan segera Kyuhyun melingkari lengannya melingkupi tubuh Hwayeon. “Tenang saja oppa, Siwon oppa hanya ingin berbicara tentang Haneul padaku.” Jawab Hwayeon santai.

Kyuhyun menaikkan sebelas alisnya dengan bingung, “apa maksudmu? Siwon dengan Haneul?” tanyanya tak yakin.

Hwayeon menggendikkan bahunya asal, “tak tau, mungkin begitu. Karena itu juga aku memintanya untuk bertemu disini, jadi kau tidak perlu khawatir. Ok?” Kyuhyun memicingkan matanya tak senang. “Aku ikut.” Ujarnya tiba-tiba

Hwayeon melengos, “Kau harus bekerja.” Jawab Hwayeon mutlak. Kyuhyun merengut kesal “Aku-“

Tok tok tok

Kyuhyun menoleh kearah pintu dengan kesal, kemudian dengan malas ia beranjak kembali ke mejanya, dan menekan tombol di laci mejanya untuk membuka pintu yang tadi sempat ia kunci. “masuk” perintah Kyuhyun kesal. Hwayeon menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan Kyuhyun.

Han Yoora, asisten Kyuhyun masuk kedalam ruangan. “Perwakilan dari LH Grup sudah tiba.” Ia menjelaskan.

“Baiklah, suruh mereka menunggu sebentar.” jawab Kyuhyun. Yoora mengangguk, kemudian keluar dari ruangan tersebut setelah member salam pada Kyuhyun juga Hwayeon. Kyuhyun kembali mengalahkan pandangannya pada Hwayeon, “Baiklah, aku tidak akan ikut karena aku ada urusan. Jadi, jangan macam-macam dengannya.” Kyuhyun memperingati.

Hwayeon mengangguk, “tentu saja aku tidak akan macam-macam dengannya. Aku ini istrimu, kau harus percaya padaku.”

Kyuhyun memandangi Hwayeon lekat-lekat, kemudian mengangguk. “Aku percaya padamu.” Ujarnya sambil menatap kedalam mata Hwayeon. Hwayeon tersentak, Kyuhyun melihat pandangan terluka Hwayeon selama sepersekian detik dengan bingung. Mungkin hanya halusinasiku batin Kyuhyun tak yakin.

Hwayeon mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun kemudian bangkit berdiri, “Aku pergi dulu kalau begitu.” Ia menghampiri Kyuhyun, kemudian mengecup bibir Kyuhyun lembut. “Selamat bekerja.” Setelah mengatakan hal itu, ia kemudian lekas pergi dari ruangan Kyuhyun. Kyuhyun memandang punggung Hwayeon yang menjauh darinya dengan pandangan bingung. Entah kenapa beberapa hari ini ia merasa ada sesuatu yang aneh dari Hwayeon, tapi ia tidak tau apa itu. Seakan-akan ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan darinya.

Kyuhyun kemudian menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir pikiran pikiran aneh yang bisa membuatnya meragukan Hwayeon. Dengan segera ia kembali memfokuskan dirinya pada pekerjaan yang menantinya. Hwayeon yang berada di luar pintu ruangan Kyuhyun terdiam, pikirannya melayang entah kemana. Seakan tersadar, dengan cepat ia kembali melangkahkan kakinya ke arah lift. All is well batin Hwayeon.

Hwayeon melangkahkan kakinya dengan santai menuju ke arah kantin yang berada di dekat pintu masuk. Sesekali ia mengangguk, membalas sapaan para pegawai Kyuhyun yang mengenalinya. Ia kemudian mendudukkan dirinya di sebuah kursi kosong yang berada tepat di samping jendela. Ia melamun sampai akhirnya panggilan Siwon menyadarkannya.

“Hwayeon-ah?” Panggil Siwon.

Hwayeon tersentak, ia menoleh dan mendapati Siwon menatapnya dengan pandangan khawatir. “Kau ok?” Tanya Siwon. Hwayeon mengangguk, “i’m ok”. Siwon menatap Hwayeon tak yakin, kemudian mengangguk dan mendudukkan dirinya di hadapan Hwayeon.

Hwayeon menatap Siwon dengan pandangan tertarik, “jadi?” Hwayeon memulai.

Siwon menggaruk tengkuknya dengan malu, pipinya merona merah. “Ya, akhir-akhir ini aku dekat dengan Haneul dan aku merasa cocok dengannya. Dia baik dan polos, bagaimana menurutmu jika em, jika aku bersama dengannya?” Tanya Siwon malu. Hwayeon memberikan pandangan tertarik yang membuat Siwon semakin salah tingkah.

“Yah, menurutku kalian memang cocok. Kau sendiri baik dan polos oppa, tapi dalam sisi lain kau juga tegas. Kau pasti bisa melindungi Haneul dengan segenap kekuatanmu, aku yakin.”

Siwon tersenyum senang mendengar perkataan Hwayeon. “Begitukah? Aku berencana untuk menyatakan perasaanku padanya, tapi aku tidak yakin. Apa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku? Bagaimana kalau aku ditolak?” Hwayeon tertawa keras mendengar pertanyaan terakhir yang Siwon lontarkan padanya. Rona merah semakin menjalari pipi Siwon sampai ketelinganya karena malu. “Jangan tertawa seperti itu” bisik Siwon malu. Bukannya berhenti, tawa Hwayeon malah semakin besar. “Sejak kapan oppa menjadi tidak percaya diri seperti ini?” Tanya Hwayeon geli.

Siwon mendengus, tidak berniat menjawab pertanyaan Hwayeon.

Hwayeon kemudian menghentikan tawanya. “Aku tidak tau sih, karena Haneul tidak pernah membicarakan apapun padaku. Jadi aku tidak bisa memastikan. Lagipula oppa, percayadirilah sedikit. Kau itu memikat. Dan lagipula, sejak kapan kau jadi tidak percaya diri seperti ini sih? Seperti bukan dirimu saja.”

“Jadi dia tidak pernah bercerita padamu ya?” Tanya Siwon kecewa. Hwayeon jadi tidak tega dibuatnya. “Yah, seingatku dia pernah beberapa kali ingin mengatakan sesuatu padaku tapi tida pernah jadi. Mungkin dia ingin menceritakan tentangmu? Entahlah. Tenang sajalah oppa, aku yakin dia pasti menerimamu.” Siwon mengangguk-ngangguk setelah mendengar penjelasan Hwayeon, ia merasa sedikit lebih tenang.

“Baiklah, jadi, bagaimana keadaanmu?”

Hwayeon tersentak. Ia memandang Siwon kaku, “aku baik.”Jawab Hwayeon singkat. Siwon memandang Hwayeon penuh pengertian.

“Suamimu.. Dia tau?”

Hwayeon mendadak kaku seketika, “Tentu saja tidak.” Jawabnya cepat.

“Tidakkah seharusnya kau memberitahu suamimu? Kupikir membiarkan segalanya jadi seperti ini tidaklah bijak.” Siwon mencoba menasihati.

“Itu bukan urusanmu” jawab Hwayeon cepat, ia merasa terganggu dengan tema percakapan mereka saat ini.

“Itu memang bukan urusanku. Tapi kupikir, Kyuhyun berhak tau soal-”

“Cukup, kita tidak akan membahas itu sekarang ok?” Hwayeon menegaskan. Suaranya sedikit bergetar. Siwon membuka mulutnya, bersiap mengeluarkan bantahan lagi, tapi kemudian ia menutup mulutnya kembali. “Baiklah, terserah padamu. Tapi tetap, aku harap kau memikirkan perkataanku.”

Hwayeon bangkit dari kursinya dengan cepat. “Aku sudah bilang kalau aku tidak mau membahas hal ini. Aku pergi, permisi.”

Siwon mengalihkan pandangannya kearah kaca, memandangi keadaan luar yang ramai.

Hwayeon-ah... Batin Siwon sedih

 

 

-TBC-

9 thoughts on “Broken Vow

  1. Hana Choi says:

    Aku ga ngerti apa yg disembunyiin hwayron dari kyuhyun, aku sih berharapnya hubungan pernikahan mereka berjalan baik untuk part awal cukup menarik ditunggu kelanjutannya

    Like

  2. shfly3424Arista says:

    Kok siwon tahu
    Tp kyu ga boleh tahu

    Pdhl pernikahan mereka baik2 aja
    Penyakitkah yg dsembunyikan hwayeon

    Klw emg dia sakit
    Please kasih tahu kyu

    Siapa tahu dia bs cari dokter terbaik yg bs sembuhin hwayeon dr sakitnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s